EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Badan Pengusahaan Batam Rayakan 55 Tahun Pengabdian, Teguhkan Komitmen Majukan Ekonomi Batam

On 18.38



BATAM - Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) memperingati Hari Bakti ke-55 dengan menggelar upacara dan syukuran pada Senin, (26/10/2026). 


Mengusung tema “Batam Maju, Investasi Melaju”, peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan mendorong peningkatan daya saing Batam.


Upacara berlangsung di pelataran parkir BP Batam dan dipimpin langsung oleh Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya para Anggota/Deputi BP Batam, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam, mitra perbankan, serta pegawai BP Batam.


Pada kesempatan pertama, Amsakar menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah berkontribusi dalam pembangunan Batam melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor.


“Selamat Hari Bakti BP Batam yang ke-55 tahun! Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran atas sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin untuk menjadikan Batam lebih hebat dan maju,” kata Amsakar.


Ia mengatakan, peringatan Hari Bakti harus menjadi pengingat bagi seluruh insan BP Batam untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan, sekaligus memperkuat peran lembaga dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi.


Pada momen ini pula, ia memaparkan data-data makroekonomi pada semester 1 tahun 2026, antara lain realisasi investasi mencapai 39,9 triliun, peningkatan pertumbuhan ekonomi Batam yang mencapat 7,28 persen, pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih, dan pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan lainnya.


Usai upacara, rangkaian peringatan dilanjutkan dengan syukuran di Balairung Sari BP Batam. Kegiatan ini menjadi ungkapan rasa syukur atas perjalanan pengabdian BP Batam selama 55 tahun dalam mendukung pembangunan dan perkembangan Kota Batam.


Syukuran ditandai dengan pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun oleh Amsakar dan Li Claudia. Sejumlah tokoh turut menghadiri kegiatan tersebut, antara lain Pembina PIKORI BP Batam, Sri Soedarsono; Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Batam, Hasimah Nyat Kadir; Ketua Umum PIKORI BP Batam, Erlita Amsakar; Ketua Otorita Batam Periode Tahun 2005-2016, Mustofa Widjaja dan Deputi Pengusahaan Sarana Periode Tahun 2015-2020, Nur Syafriadi; serta perwakilan Ikatan Keluarga Besar Purna Bakti Pegawai Otorita Batam/BP Batam (IPPOB-BP Batam).


Suasana perayaan semakin semarak melalui penampilan dan lomba hiburan yang diikuti masing-masing kedeputian. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan ant pegawai dan lintas generasi yang telah berkontribusi dalam perjalanan BP Batam.


Dalam sambutannya, Amsakar mengatakan momen ini merupakan manifestasi bentuk nyata rasa syukur BP Batam selama perjalanan usia yang sudah 55 tahun. Ia juga memaknai seluruh capaian selama BP Batam berdiri di Kota Batam sebagai kaca, untuk melihat apa yang telah dilakukan di masa lalu, apa yang sekarang sedang kita lakukan, dan apa yang hendak kita tuju di masa depan.


“Jadi Hari Bakti ini menjadi media kontemplasi, media perenungan, media untuk melakukan evaluasi diri, sebagai jalan ikhtiar kita untuk memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara,” ujar Amsakar


Selain itu, ia juga menyoroti kinerja pelayanan air bersih, rumah sakit, dan ketersediaan pasokan listrik di Batam yang menjadi perhatian khusus. Ia optimis, seluruh permasalahan dapat terselesaikan dengan baik dengan kerja sama yang intens antarpihak.


Senada dengan Amsakar, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra juga menyampaikan kinerja BP Batam yang senantiasa bekerja dengan serius untuk mencari formulasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.


“Ayo bersama-sama kita bangun semangat baru, kita jadikan momentum 55 tahun ini untuk bergerak cepat, bangkit kembali, bertekad kuat, berlebih bersemangat, mempersembahkan kontribusi terbaik bagi negeri yang kita cintai,” pungkas Li Claudia Chandra.


Melalui peringatan Hari Bakti ke-55, BP Batam menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat iklim investasi. 


Semangat kolaborasi diharapkan menjadi modal penting untuk membawa Batam tumbuh sebagai kawasan yang semakin maju dan berdaya saing.

Penerbangan Batam–Penang Buka Peluang Ekonomi Lintas Negara, Baik Investasi dan Pariwisata

On 09.37



BATAM - Penerbangan langsung Batam–Penang resmi dibuka pada Minggu (18/10/2026). Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) hadir menyambut pembukaan rute tersebut melalui Inauguration Ceremony. 


Rute ini merupakan hasil kolaborasi PT Bandara Internasional Batam dan Batik Air Malaysia untuk memperluas konektivitas udara lintas negara, dan akan beroperasi tiga kali sepekan.


Pilot, awak kabin, dan penumpang penerbangan perdana disambut melalui prosesi pengalungan bunga di Gate A1 Bandara Internasional Hang Nadim Batam.


Seremoni pembukaan rute Batam–Penang turut dihadiri Pejabat Sementara Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam, Annang Setia Budhi; Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata; serta perwakilan asosiasi kepariwisataan. 


Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, mengatakan pengembangan konektivitas ini berlangsung di tengah penguatan kewenangan BP Batam melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2025, PP Nomor 28 Tahun 2025, dan PP Nomor 47 Tahun 2025. 


Ketiga regulasi tersebut mengatur aspek berbeda, mulai dari penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas, perizinan berusaha berbasis risiko, hingga perluasan wilayah kerja KPBPB Batam. 


“Pembukaan rute ini menjadi momentum yang baik bagi BP Batam untuk mendukung peningkatan pelayanan perizinan,” ujar Ariastuty. 


“Kami berharap tidak hanya pilihan transportasi udara yang bertambah, tetapi juga hubungan ekonomi lintas negara menguat dan peluang baru bagi pertumbuhan pariwisata serta investasi di Batam semakin terbuka,” harapnya. 


Senada dengan Ariastuty, Direktur Promosi dan Fasilitasi Investasi BP Batam, Dendi Gustinandar, mengatakan akses penerbangan langsung sangat mempermudah mobilitas masyarakat dan pelaku usaha di kedua wilayah.


Apalagi Malaysia masuk dalam lima besar negara investor di Batam pada 2025, berdasarkan data yang dirangkum BP Batam. 


“Penguatan akses udara diharapkan dapat mendukung perluasan jejaring bisnis serta membuka peluang investasi baru,” kata Dendi. 


Dari sisi pariwisata, Batam juga memiliki pasar yang potensial. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat sebanyak 1,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara masuk melalui Batam sepanjang 2025. 


Batam berkontribusi 79,58 persen dari total kunjungan wisman di Provinsi Kepulauan Riau yang tercatat sebanyak 2 juta kunjungan. 


Jumlah tersebut menempatkan Batam pada posisi ketiga di antara pintu masuk bandara utama wisata di Indonesia, setelah Bali dan Jakarta. (nva)

Utamakan Kebutuhan Air Warga, BP Batam Buka Peluang Kemitraan Swasta dan Pemerintah

On 07.05



BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam terus melakukan berbagai penanganan taktis dan terukur untuk memastikan ketercukupan kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di wilayah Nongsa dan sekitarnya, di tengah fenomena cuaca ekstrem El Niño yang berdampak pada penurunan curah hujan regional.


Merespons penurunan Tinggi Muka Air (TMA) di Waduk Nongsa, BP Batam telah menjalankan sejumlah mitigasi darurat guna menjaga ketahanan pasokan air bagi pemukiman warga.


BP Batam telah mengalirkan air dari embung Kebun Raya Nongsa melalui jaringan pipa transmisi air baku ke Waduk Nongsa.


Dilanjutkan dengan penguatan jaringan distribusi dengan pemasangan jaringan pipa interkoneksi antara jalur pipa distribusi dari Waduk Duriangkang dengan jalur distribusi Kawasan Nongsa. 


Pemasangan Mini Booster Pump juga tengah dilakukan guna menyiapkan penguatan aliran menuju kawasan elevasi tinggi dan ujung jaringan (end-line) seperti Perumahan Renggali, Citra Nongsa, Taman Yose, Prasetya, dan Sambau (khususnya elevasi tinggi).


Selama penanganan berlangsung, SPAM meningkatkan frekuensi pengiriman air tangki ke pemukiman warga terdampak sebagai langkah darurat sementara.


Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menegaskan bahwa seluruh kapasitas infrastruktur air publik prioritas utamanya ditujukan untuk kebutuhan domestik warga.


“Fokus utama BP Batam saat ini adalah memastikan air sampai ke rumah-rumah warga. Kami terus menggesa percepatan pemasangan mini booster pump dan penguatan jaringan terintegrasi agar gangguan suplai akibat dampak kekeringan El Niño pada Waduk Nongsa dapat segera teratasi secara optimal,” ujar Ariastuty, Rabu (14/10/2026).


Ariastuty memahami kekhawatiran masyarakat yang terdampak gangguan pasokan air. Ia menjelaskan bahwa penurunan debit sumber air baku akibat tidak ada curah hujan di wilayah Nongsa, menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi dalam menjaga kontinuitas layanan.


Di sisi lain, peningkatan kebutuhan air seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi juga menuntut pengelolaan sumber air serta jaringan distribusi yang semakin optimal.


*BP Batam Respons Soal Kebutuhan Air Data Centre dan Wajibkan Investor Manfaatkan SWRO*


Ariastuty turut merespons soal kebutuhan air Data Centre untuk mendukung rencana investasi yang saat ini berkembang di publik.


“Secara teknis, pengembangan ekosistem Data Center di KEK Nongsa Digital Park (NDP) maupun kawasan industri Kabil telah didorong menggunakan model pengelolaan air mandiri berbasis teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO).” Kata Tuty.


Ia menyebutkan, Kawasan Nongsa Digital Park, telah memiliki embung mandiri internal untuk kebutuhan pemeliharaan kawasan.


Dalam perkembangannya, geliat Investasi Data Center telah lama di dorong pemerintah Indonesia dengan banyak potensi untuk menjadi “the next hub” pusat data di Asia. 


BP Batam berkomitmen menyiapkan kebijakan taktis dan terukur dalam penyiapan utilitas dan energi jangka panjang untuk kebutuhan masyarakat.


*Dukungan yang Terukur, Mengutamakan Kebutuhan Masyarakat*


Untuk Data Centre, selama tahap konstruksi dan persiapan fasilitas, dukungan suplai bersifat sementara dan sangat terbatas dari Waduk Duriangkang.


Kewajiban Penggunaan SWRO Seluruh pengembang Data Center wajib membangun dan memfungsikan instalasi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) atau desalinasi air laut secara mandiri untuk operasional penuhnya.


Mengenai peta investasi pelaku usaha Data Center yang terdata di Batam, mayoritas masih berada dalam tahap perencanaan jangka panjang dan konstruksi awal.


Satu di antaranya telah beroperasi, satu masih dalam tahap konstruksi, dan empat lainnya dalam tahap rencana konstruksi. 


Untuk memenuhi kebutuhan industri secara mandiri, NDP juga memiliki embung tersendiri untuk kebutuhannya.


Masih di area Nongsa, dua pelaku usaha Data Centre lainnya masih dalam tahap rencana pengembangan atau dengan kata lain belum beroperasi.


Sementara itu, dua pelaku usaha lain di kawasan Kabil juga belum beroperasi atau masih dalam tahap rencana konstruksi.


“Kami memandang pentingnya penyampaian informasi yang akurat mengenai status pembangunan dan kebutuhan utilitas ini dilakukan. Sehingga, dapat dibedakan perencanaan pengembangan proyek masa mendatang dengan pemakaian aktual saat ini,” tambah Tuty, panggilan akrabnya.


Melalui SWRO menjadi alternatif pasokan air untuk mendukung kebutuhan industri data centre, dengan tetap memperhatikan keberlanjutan sumber air dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.


*BP Batam Buka Berbagai Alternatif Kerja Sama Kemitraan Untuk Meningkatan Performa Ketahanan Air bagi Warga*


Pemenuhan kebutuhan air Batam memerlukan langkah konkret melalui optimalisasi sumber air baku, perbaikan jaringan distribusi, dan percepatan pembangunan infrastruktur air. 


”Saat ini, sedang dalam diskusi bersama agar dapat kembali dilaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) melalui BNPB berkoordinasi dengan BMKG.” Lanjut Ariastuty.


Selain itu menurut Tuty, sesuai arahan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam LI Claudia Chandra perlu segera dilakukan langkah-langkah revitalisasi pipa distribusi, serta pengalihan prioritas anggaran infrastruktur untuk memperkuat infrastruktur layanan air bersih.


Pemasangan sistem monitoring SPAM berbasis SCADA yang berkelanjutan untuk mendeteksi kebocoran dan memantau kondisi operasional jaringan juga menjadi prioritas BP Batam saat ini.


Tuty juga menjabarkan, BP Batam membuka peluang kemitraan guna percepatan diversifikasi sumber pasokan melalui penjajakan kerja sama dengan swasta maupun instansi pemerintah terkait seperti  Kementerian PU - BWS, termasuk pengembangan teknologi SWRO serta tindaklanjut potensi pasokan air dari Lingga dan Bintan. 


“Sebagaimana disampaikan oleh Bapak Kepala BP Batam, kami membuka berbagai alternatif kerja sama kemitraan dalam rangka meningkatkan performa dan ketahanan air bagi masyarakat Kota Batam. Para investor swasta ataupun pemerintahan, kami membuka peluang itu untuk kepentingan masyarakat.” Kata Tuty.


Pembangunan waduk baru juga menjadi sasaran BP Batam pada jangka panjang, mengingat proses pembuatan hingga dapat dimanfaatkan diperkirakan memerlukan waktu yang tidak sebentar yakni  lima hingga tujuh tahun. 


“Seluruh opsi perlu dijalankan secara terpadu agar Batam tidak hanya mengatasi kebutuhan air saat ini, tetapi juga membangun ketahanan pasokan air yang berkelanjutan.” Pungkas Tuty. (INF/HS/NA)

UNCTAD Catat Batam Masuk 10 Besar Konektivitas Pelayaran Tertinggi di Dunia

On 18.33



BATAM - Posisi Batam sebagai kawasan strategis dalam jaringan perdagangan mendapat pengakuan dunia internasional.


Terbaru, UN Trade and Development (UNCTAD) mencatat, Batam masuk dalam 10 pelabuhan dengan pertumbuhan Port Liner Shipping Connectivity Index (PLSCI) tertinggi di dunia untuk periode Kuartal II 2016 hingga Kuartal II 2026. Dalam daftar tersebut, Batam berada di peringkat keenam dari 10 pelabuhan dengan pertumbuhan konektivitas tertinggi.


UNCTAD mencatat, pelabuhan-pelabuhan dalam daftar mengalami pertumbuhan konektivitas yang kuat selama satu dekade, dengan pertumbuhan mencapai sekitar 274 persen hingga 697 persen, di luar tiga pelabuhan teratas yang mencatat pertumbuhan lebih tinggi.


Malaga (Spanyol) mencatat pertumbuhan persentase tertinggi dalam Indeks Konektivitas Pelayaran Kapal Lini Pelabuhan selama periode tersebut; Posisi berikutnya ditempati oleh Puerto Bolivar (Ekuador), Aliaga (Nemrut) (Turki), Pulau Batam (Indonesia), Zhapu (Tiongkok), Chabahar (Iran (Republik Islam), Arkhangelsk (Federasi Rusia), Port Hueneme (Amerika Serikat), Haugesund (Norwegia), dan Derince (Turki). 


Catatan ini menjadi salah satu gambaran perkembangan konektivitas Batam dalam jaringan pelayaran global. Hal ini sejalan dengan upaya Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam memperkuat konektivitas pelabuhan dan layanan pelayaran langsung atau direct call.


Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menjelaskan bahwa pencapaian ini tidak terlepas dari posisi geografis Batam yang terletak di jalur strategis perdagangan internasional.


Namun demikian, menurutnya, keunggulan geografis perlu diikuti dengan pembangunan infrastruktur yang mampu menjawab kebutuhan dunia usaha.


“Keunggulan geografis saja tidak cukup. Kita harus memastikan pelabuhan dan infrastruktur pendukung terbangun maksimal sehingga aktivitas investasi dan industri dapat tumbuh dan memberikan manfaat kepada ekonomi daerah dan masyarakat,” ujar Amsakar, Selasa (29/9/2026).


Pertumbuhan konektivitas tersebut juga tercermin dari meningkatnya aktivitas di Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar.


Sepanjang Januari–Mei 2026, layanan direct call internasional di TPK Batu Ampar mencapai 106 kunjungan kapal, meningkat 212 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 34 kunjungan.


Pada periode yang sama, volume peti kemas melalui layanan direct call mencapai 58.237 TEUs, meningkat 125 persen dibandingkan Januari–Mei 2025 yang sebesar 25.904 TEUs. 


Menurut Amsakar, perkembangan tersebut menunjukkan semakin kuatnya akses Batam terhadap jaringan perdagangan internasional.


Penguatan konektivitas Batam juga berlangsung di sektor digital melalui Nongsa–Changi Cable (NCC) yang mendarat di Batam pada 20 Juli 2026.


Kabel bawah laut tersebut menghubungkan Nongsa Digital Park, Batam, dengan Changi, Singapura, melalui 24 pasang serat optik. Kehadirannya memperkuat konektivitas digital Indonesia–Singapura sekaligus mendukung kebutuhan pusat data, komputasi awan, kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI), dan interkoneksi data center. 


Dengan demikian, konektivitas Batam tidak hanya berkembang melalui jalur laut, tetapi juga melalui jaringan digital yang semakin dibutuhkan industri berbasis teknologi.


“Kita ingin Batam semakin terhubung. Bukan hanya terhubung secara fisik melalui pelabuhan dan jalur perdagangan, tetapi juga terhubung secara digital. Keduanya akan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem investasi dan industri yang memberi kemanfaatan bagi ekonomi kita,” ungkap Amsakar. (dp)

XLSMART dan Mitra Rekrut 850 Talenta Muda melalui Future Ready, Target 1.000 hingga Akhir 2026

On 15.45



JAKARTA – Di tengah tantangan pasar kerja yang semakin kompetitif, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) memperkuat peran program XLSMART Future Ready untuk membantu generasi muda tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga memperoleh kesempatan kerja nyata.


Hingga September 2026, sebanyak 850 talenta muda telah direkrut oleh XLSMART dan perusahaan mitra melalui Future Ready. Program rekrutmen dan pengembangan talenta akan terus berlangsung hingga akhir tahun dengan target sedikitnya 1.000 talenta muda memperoleh pekerjaan melalui ekosistem Future Ready pada akhir 2026.


Pencapaian tersebut menjadi milestone penting bagi Future Ready, program CSR unggulan XLSMART yang dibangun dengan pendekatan “Skill Ready – Career Ready – Future Ready”. Program dirancang untuk membangun jalur yang lebih terintegrasi mulai dari pengembangan kompetensi, sertifikasi dan kesiapan karier, hingga mempertemukan peserta dengan kebutuhan serta proses rekrutmen XLSMART dan perusahaan mitra.


Hingga September 2026, lebih dari 5.700 peserta telah mengikuti berbagai program pelatihan dan sertifikasi Future Ready. Sementara itu, platform pembelajaran digital melalui website XLSMART Future Ready telah diakses oleh lebih dari 50 ribu pengguna.


Group Head Corporate Communications & Sustainibility XLSMART, Reza Z. Mirza, mengatakan, “Di tengah pasar kerja yang semakin kompetitif, pelatihan saja tidak cukup. Bagi kami, keberhasilan Future Ready tidak hanya diukur dari berapa banyak anak muda yang mengikuti pelatihan atau memperoleh sertifikasi, tetapi seberapa jauh kompetensi tersebut dapat membawa mereka menuju pekerjaan. Hingga September, 850 talenta muda telah direkrut oleh XLSMART dan perusahaan mitra melalui program ini. Kami menargetkan angka tersebut mencapai 1.000 hingga akhir 2026.”


“Karena itu Future Ready kami bangun sebagai sebuah ekosistem. Kami membantu peserta mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja, sekaligus menghubungkan mereka dengan proses rekrutmen XLSMART dan berbagai perusahaan mitra. Semakin luas kolaborasi yang dibangun, semakin besar pula peluang yang dapat dibuka bagi generasi muda Indonesia,” lanjutnya.



Dari Pelatihan hingga Pekerjaan


Future Ready dikembangkan agar tidak berhenti pada tahapan pelatihan. Melalui pendekatan Skill Ready – Career Ready – Future Ready, peserta memperoleh rangkaian pengembangan mulai dari peningkatan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri, sertifikasi dan pembekalan kesiapan karier, hingga akses terhadap peluang dan proses rekrutmen di XLSMART maupun perusahaan mitra.


Program dijalankan melalui pelatihan tatap muka dan daring, Career Day, sertifikasi, e-learning, serta berbagai aktivitas yang mempertemukan peserta dengan informasi dan peluang karier.


Pengembangan kompetensi mencakup berbagai bidang yang relevan dengan perkembangan dunia kerja, antara lain Digital & IT, Data & AI, Telecom Engineering, Sales & Commercial, serta Finance & Business, termasuk keterampilan pendukung seperti communication skill, negotiation skill, career readiness, dan kemampuan profesional lainnya.


Kolaborasi menjadi salah satu fondasi utama Future Ready. XLSMART bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, termasuk melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi serta jaringan peserta pembinaan pelatihan vokasi dan produktivitas BINALAVOTAS.


Kolaborasi juga dikembangkan bersama institusi pendidikan dan berbagai mitra, antara lain Universitas Pakuan, Forum Women in Business Universitas Indonesia, Eka Tjipta Foundation, sekolah menengah, komunitas lokal, serta perusahaan dan mitra industri.


Melalui kolaborasi tersebut, XLSMART berupaya membangun hubungan yang lebih erat antara pendidikan, pelatihan, kebutuhan industri, dan rekrutmen, sehingga kompetensi yang dikembangkan peserta semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja.



850 Talenta Muda Direkrut XLSMART dan Mitra


Selain meningkatkan keterampilan, Future Ready mulai menunjukkan dampak langsung terhadap akses ketenagakerjaan. Hingga September 2026, 850 peserta telah direkrut oleh XLSMART dan perusahaan mitra melalui ekosistem Future Ready.


Capaian tersebut akan terus ditingkatkan melalui rangkaian program rekrutmen dan pengembangan talenta hingga Desember 2026. XLSMART menargetkan setidaknya 1.000 talenta muda memperoleh pekerjaan hingga akhir tahun.


Untuk memperluas jangkauan, mulai September hingga akhir 2026 XLSMART juga menjalankan Future Ready Goes to Campus di 10 kampus, yang ditargetkan menjangkau ribuan peserta. Program menyasar mahasiswa, fresh graduates, pencari kerja, lulusan SMA dan SMK, serta peserta jaringan BINALAVOTAS Kementerian Ketenagakerjaan.


Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pembekalan keterampilan dan kesiapan kerja, tetapi juga kesempatan untuk semakin dekat dengan kebutuhan industri dan ekosistem rekrutmen yang dibangun bersama XLSMART dan perusahaan mitra.



Workshop IoT Targetkan 1.000 Peserta


Penguatan kompetensi teknologi juga dilakukan melalui rangkaian Workshop Internet of Things (IoT) yang menargetkan sekitar 1.000 peserta.


Program dirancang untuk memperkuat literasi digital sekaligus memberikan pengalaman praktis teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.


Kegiatan perdana telah berlangsung di SMK Ananda Bekasi pada 29 Agustus 2026 dengan melibatkan 180 peserta. Rangkaian selanjutnya direncanakan berlangsung di SMKN 3 Tangerang, SMK Strada Jakarta, SMK Ananda Deltamas Cikarang, SMK Pustek Tangerang Selatan, serta dua sesi workshop di BBPVP Bekasi. Secara keseluruhan, rangkaian ini mencakup tujuh lokasi/sesi, terdiri dari satu kegiatan yang telah terlaksana dan enam agenda lanjutan.


Melalui Future Ready, XLSMART ingin mendorong konektivitas berkembang menjadi sarana pemberdayaan yang membantu generasi muda meningkatkan keterampilan, memperkuat kesiapan kerja, dan memperoleh akses terhadap peluang ekonomi yang lebih luas.


Future Ready akan terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan pemerintah, institusi pendidikan, dunia usaha, dan komunitas agar semakin banyak talenta muda Indonesia yang tidak hanya memiliki keterampilan yang relevan, tetapi juga mampu mengubah keterampilan tersebut menjadi peluang kerja nyata.


Informasi mengenai program dan materi pembelajaran XLSMART Future Ready dapat diakses melalui futureready.xlsmart.co.id. (ina)

BP Batam Catat 1.182 Permohonan Perizinan OSS sejak September 2025 hingga September 2026

On 13.39



BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat sebanyak 1.182 permohonan perizinan yang masuk melalui sistem Online Single Submission (OSS) sepanjang periode 1 September 2025 hingga 20 September 2026. Permohonan tersebut mencakup 16 bidang layanan perizinan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.


Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan seluruh proses pelayanan perizinan dilakukan sesuai dengan persyaratan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Tercatat, sebanyak 423 permohonan telah ditangani atau diterbitkan, sementara 284 permohonan belum memenuhi persyaratan, 276 dikembalikan untuk dilakukan perbaikan dan 199 masih dalam proses verifikasi.


“Data ini menunjukkan proses pelayanan perizinan terus berjalan. Setiap permohonan kami proses berdasarkan kelengkapan dan kesesuaian persyaratan, sehingga pemohon mendapatkan kepastian dalam setiap tahapan layanan,” kata Ariastuty di Batam Centre, Selasa (22/9).


Ia menjelaskan, data tersebut merupakan permohonan yang tercatat melalui OSS untuk 16 sektor di KPBPB Batam. Sementara itu, layanan perizinan melalui LMS dan IBOSS juga telah berjalan efektif dan menjadi bagian dari ekosistem pelayanan BP Batam.


Jika dirinci berdasarkan jenis layanan, pada PKKPR Laut terdapat 18 permohonan yang telah ditangani atau diterbitkan, 222 belum memenuhi persyaratan, satu dikembalikan untuk diperbaiki dan 21 masih dalam proses verifikasi.


Pada layanan Persetujuan Lingkungan, yang mencakup SPPL, PL, AMDAL, serta UKL-UPL, sebanyak 144 permohonan telah ditangani atau diterbitkan. Sementara satu permohonan belum memenuhi persyaratan, 16 dikembalikan untuk diperbaiki dan 11 masih dalam proses verifikasi.


Untuk PPKH, sebanyak dua permohonan telah ditangani atau diterbitkan, 26 belum memenuhi persyaratan dan sembilan masih dalam proses verifikasi.


Sementara, Perizinan Berusaha (PB), sebanyak 136 permohonan telah ditangani atau diterbitkan. Kemudian, 20 permohonan belum memenuhi persyaratan, 147 dikembalikan untuk diperbaiki dan 62 masih dalam proses verifikasi.


Adapun Perizinan Berusaha untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PBUMKU) mencatat 123 permohonan telah ditangani atau diterbitkan, 15 belum memenuhi persyaratan, 112 dikembalikan untuk diperbaiki dan 96 masih dalam proses verifikasi.


Menurut Ariastuty, data tersebut menunjukkan proses perizinan menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung aktivitas investasi dan kegiatan usaha di KPBPB Batam. 


Lebih lanjut, dijelaskan, di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, BP Batam terus mendorong peningkatan kualitas layanan melalui berbagai insentif kebijakan dan penyederhanaan proses perizinan. 


Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong penguatan Batam melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi, penyederhanaan regulasi dan perizinan, penyelesaian persoalan lahan, optimalisasi sektor-sektor strategis serta penguatan Batam sebagai destinasi investasi.


Khusus regulasi perizinan, pemerintah pusat turut memperkuat kemudahan berusaha dan iklim investasi di Batam, antara lain melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2025, PP Nomor 28 Tahun 2025, dan PP Nomor 47 Tahun 2025.


Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjadikan Batam semakin atraktif dalam menarik investasi yang memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi daerah.


Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, sebelumnya mengatakan bahwa peningkatan layanan perizinan merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan kepastian dan kemudahan bagi pelaku usaha di KPBPB Batam.


“Pemerintah terus mendorong agar proses perizinan semakin mudah dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha. BP Batam akan terus meningkatkan kualitas pelayanan agar investasi dan kegiatan usaha di Batam dapat berjalan dengan lancar dan baik,” ujar Amsakar.(gam)

TransNusa Buka Rute Baru Denpasar - Surabaya Dua Kali Penerbangan Sehari Mulai Oktober

On 13.02

TransNusa buka rute baru Denpasar-Surabaya


JAKARTA - Jaringan penerbangan TransNusa dari Bali kembali bertambah. Setelah sepanjang 2026 membuka dan mengembangkan sejumlah koneksi baru dari berbagai kota di Indonesia, maskapai dengan konsep Premium Service Carrier ini menambahkan Surabaya ke dalam jaringan penerbangannya dari Denpasar, Bali, melalui pembukaan rute langsung Denpasar (DPS)-Surabaya (SUB) pulang-pergi mulai 21 September 2026.


Kehadiran rute ini menambah pilihan koneksi langsung antara Bali dan Jawa Timur, sekaligus menjadi bagian dari pengembangan jaringan domestik TransNusa dari Denpasar sebagai salah satu basis operasional utama maskapai. Dari Bali, TransNusa juga menghubungkan pelanggan dengan sejumlah destinasi domestik maupun internasional yang terus berkembang sejalan dengan penambahan rute dan frekuensi penerbangan. 


Surabaya menjadi tambahan terbaru dalam jaringan TransNusa dari Bali. Sebagai salah satu kota utama di Pulau Jawa, Surabaya memiliki peran penting sebagai tujuan perjalanan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari aktivitas bisnis hingga perjalanan personal 

Group CEO TransNusa, Datuk Bernard Francis, mengatakan penambahan rute Denpasar-Surabaya merupakan bagian dari upaya TransNusa untuk terus mengembangkan jaringan domestik dengan Bali sebagai salah satu titik penting dalam ekspansi tersebut.


“Kami terus melihat bagaimana TransNusa  dapat berkembang dengan menambahkan koneksi yang memiliki relevansi bagi perjalanan domestik. Surabaya menjadi tambahan terbaru dalam jaringan kami dari Bali dan sekaligus memperluas pilihan destinasi yang dapat dijangkau langsung oleh pelanggan. Kami akan terus mengevaluasi dan mengembangkan jaringan secara bertahap, dengan Bali tetap menjadi salah satu basis penting dalam ekspansi TransNusa di Indonesia,” ujarnya.


Koneksi Bali–Surabaya Hadir Setiap Hari 

Rute Denpasar–Surabaya akan mulai beroperasi pada 21 September 2026 dengan frekuensi satu kali sehari. Penerbangan 8B-5376 berangkat dari Denpasar pukul 18.05 dan tiba di Surabaya pukul 18.10 waktu setempat. Untuk arah sebaliknya, penerbangan 8B-5377 berangkat dari Surabaya pukul 18.50 dan tiba di Denpasar pukul 20.55 waktu setempat.


Mulai 10 Oktober 2026, TransNusa akan menambah satu frekuensi penerbangan pada rute tersebut sehingga tersedia dua penerbangan setiap hari untuk kedua arah. Penerbangan tambahan 8B-5370 dari Denpasar berangkat pukul 07.10 dan tiba di Surabaya pukul 07.05 waktu setempat. Sementara itu, penerbangan 8B-5371 dari Surabaya dijadwalkan berangkat pukul 07.35 dan tiba di Denpasar pukul 09.25 waktu setempat. 

Penambahan frekuensi tersebut menghadirkan pilihan waktu perjalanan pada pagi dan sore hari, sehingga pelanggan dapat menyesuaikan jadwal penerbangan dengan kebutuhan perjalanan masing-masing. 


Bali sebagai Salah Satu Basis Pengembangan Jaringan TransNusa


Perluasan jaringan ke Surabaya semakin memperkuat peran Bali dalam jaringan TransNusa yang terus berkembang. Sebagai salah satu basis operasional maskapai, Denpasar menjadi titik penting dalam jaringan TransNusa untuk menghubungkan Bali dengan berbagai destinasi di Indonesia maupun kawasan regional. 


Dari Bali, TransNusa saat ini melayani sejumlah destinasi seperti Jakarta, Manado, Lombok, Bima, Wakatobi, Waingapu, Singapura, Perth, Guangzhou, dan Phuket. Kehadiran rute Surabaya–Bali semakin memperkuat konektivitas domestik TransNusa dari Denpasar, sekaligus memberikan lebih banyak pilihan perjalanan bagi masyarakat yang ingin bepergian antara Bali dan salah satu pusat ekonomi utama di Jawa Timur. 


Pengembangan jaringan tersebut merupakan bagian dari langkah TransNusa untuk memperluas cakupan penerbangannya secara bertahap, baik melalui penambahan rute baru maupun peningkatan frekuensi pada rute yang telah dilayani. Dengan demikian, pengembangan konektivitas dari Bali tidak hanya mencakup destinasi domestik, tetapi juga terus terhubung dengan sejumlah kota di kawasan regional. 


“Bali memiliki posisi penting dalam jaringan TransNusa, baik untuk penerbangan domestik maupun regional. Karena itu, kami akan terus melihat bagaimana jaringan dari Bali dapat dikembangkan secara tepat, termasuk melalui penambahan destinasi dan frekuensi penerbangan. Kami ingin memastikan setiap rute yang kami hadirkan memiliki peran dalam membangun jaringan yang semakin terhubung dan memberikan lebih banyak pilihan bagi pelanggan,” tambah Datuk Bernard Francis, Group CEO TransNusa.


Sebagai Premium Service Carrier, TransNusa menawarkan pilihan produk layanan melalui SEAT, SEAT-PLUS, dan FLEXI-PRO, yang memberikan pilihan fasilitas dan fleksibilitas sesuai dengan kebutuhan perjalanan pelanggan. Dalam setiap perjalanan, pelanggan juga mendapatkan fasilitas 20 kg bagasi tercatat dan 7 kg bagasi kabin, serta pilihan ruang kaki yang lebih lega. Kehadiran berbagai pilihan produk tersebut menjadi bagian dari konsep Premium Service Carrier yang diterapkan TransNusa dalam melayani perjalanan domestik maupun internasional.


Tiket rute Denpasar–Surabaya dan Surabaya–Denpasar telah tersedia untuk dipesan dengan harga mulai dari Rp800.000 sekali jalan. Penjualan tiket telah dibuka sejak 11 September 2026 dan dapat dilakukan melalui kanal resmi TransNusa di www.TransNusa.co.id serta kanal penjualan resmi lainnya.


Dengan hadirnya rute baru ini, TransNusa memberikan pilihan penerbangan langsung bagi pelanggan yang melakukan perjalanan antara Bali dan Surabaya, dengan pilihan jadwal pagi dan sore mulai Oktober 2026. (thr)