EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

Protes Diskualifikasi Atlet Batam, KONI Minta Rekaman Video dan Bukti Pelanggaran Dibuka

On 19.25



BATAM – Kontingen Kota Batam melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batam melayangkan protes resmi atas keputusan diskualifikasi atletnya, Raden Bentar, pada nomor lari 800 meter putra dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepulauan Riau (Kepri) 2026.


Protes tersebut disampaikan menyusul keputusan perangkat pertandingan yang mendiskualifikasi Raden Bentar, meskipun atlet asal Batam itu sebelumnya telah mencapai garis finis sebagai peraih medali emas pada perlombaan yang berlangsung Sabtu (31/10/2026) di lintasan atletik Stadion Sri Tribuana, Dompak, Kota Tanjungpinang.


KONI Batam juga melayangkan surat protes bernomor 160/SK/KONI-Batam/X/2026 tertanggal 31 Oktober 2026 itu ditujukan kepada Ketua Panitia Pelaksana Cabang Olahraga Atletik Porprov VI Kepri 2026.


Wakil Ketua I KONI Batam, Rinaldi Samjaya, menyampaikan keberatan terhadap dasar dan prosedur pengambilan keputusan diskualifikasi tersebut.


Rinaldi menyebutkan terdapat dua dugaan pelanggaran yang dijadikan dasar diskualifikasi, yakni false start atau curi start serta obstruction atau menghalangi pelari lain.


"Namun, setelah mencermati jalannya perlombaan dan rekaman video pertandingan, KONI Batam menilai keputusan tersebut perlu diperiksa kembali berdasarkan peraturan teknis World Athletics Technical Rules Edisi 2026," katanya.


Terkait dugaan false start, KONI Batam mempertanyakan prosedur yang diterapkan perangkat pertandingan. Sebab, saat kejadian, perlombaan tidak dihentikan dan seluruh atlet tetap melanjutkan lomba hingga mencapai garis finis.


KONI Batam merujuk pada aturan TR 16.9 dan TR 16.10 yang mengatur penanganan pelanggaran saat start, termasuk mekanisme diskualifikasi dan pemanggilan ulang atlet apabila start dinilai tidak berlangsung secara adil.


"KONI Batam juga meminta panitia menghadirkan keterangan resmi Starter, Start Referee, serta perangkat pertandingan terkait, termasuk data dari Start Information System apabila tersedia," ujar Rinaldi.


Sementara mengenai dugaan obstruction, KONI Batam menilai rekaman video yang dimiliki tidak memperlihatkan tindakan Raden Bentar yang secara nyata menyenggol, mendorong, ataupun menghalangi pergerakan atlet lain.


Bahkan, menurut penilaian KONI Batam terhadap rekaman tersebut, tidak terlihat kontak fisik maupun tindakan yang menyebabkan pelari di posisi kedua kehilangan keseimbangan, terhambat langkahnya, atau kehilangan kesempatan untuk mendahului.


"Atas dasar itu, KONI Batam meminta panitia menjelaskan secara terperinci bagian lintasan tempat dugaan pelanggaran terjadi, bentuk tindakan yang dianggap sebagai penghalangan, serta bukti visual maupun keterangan petugas yang mendasari keputusan tersebut," sebut Rinaldi.


*Minta Pemeriksaan Ulang dan Transparansi*


Menurut Rinaldi, KONI Batam menegaskan bahwa keputusan diskualifikasi terhadap atlet yang telah mencapai garis finis sebagai peraih medali emas harus didasarkan pada bukti objektif, peraturan yang berlaku, dan prosedur yang transparan.


"KONI Batam juga meminta seluruh rekaman pertandingan diamankan agar tidak dihapus atau diubah dan dapat dijadikan bahan pemeriksaan oleh pihak yang berwenang," katanya.


Ada sembilan poin yang disampaikan KONI Batam kepada panitia dan perangkat pertandingan. Di antaranya menerima dan menindaklanjuti protes resmi, melakukan pemeriksaan ulang, memeriksa rekaman video secara utuh, serta meminta keterangan resmi dari seluruh perangkat pertandingan.


KONI Batam juga meminta agar dasar hukum, dasar teknis, bukti, dan pertimbangan keputusan diskualifikasi disampaikan secara tertulis.


Apabila hasil pemeriksaan tidak membuktikan adanya pelanggaran sesuai ketentuan World Athletics, KONI Batam meminta keputusan diskualifikasi dibatalkan dan hasil perlombaan disahkan dengan menetapkan Raden Bentar sebagai peraih medali emas nomor 800 meter putra.


"Sebaliknya, apabila keputusan Referee tetap dipertahankan, KONI Batam meminta hak untuk menempuh mekanisme banding melalui Jury of Appeal atau badan berwenang tetap diberikan sesuai ketentuan dan tenggat waktu yang berlaku," ujarnya.


Selain itu, KONI Batam meminta panitia menunjukkan sertifikasi atau lisensi wasit dan juri yang bertugas pada cabang olahraga atletik Porprov VI Kepri 2026.


KONI Batam menegaskan bahwa protes tersebut bukan semata-mata persoalan perolehan medali, melainkan bentuk tanggung jawab dalam memperjuangkan hak atlet sekaligus menjaga integritas penyelenggaraan Porprov VI Kepri 2026.


"Kami menuntut keadilan berdasarkan fakta, bukti, dan peraturan yang berlaku, bukan berdasarkan penilaian yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," tegas Rinaldi.(*)

Badan Pengusahaan Batam Rayakan 55 Tahun Pengabdian, Teguhkan Komitmen Majukan Ekonomi Batam

On 18.38



BATAM - Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) memperingati Hari Bakti ke-55 dengan menggelar upacara dan syukuran pada Senin, (26/10/2026). 


Mengusung tema “Batam Maju, Investasi Melaju”, peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan mendorong peningkatan daya saing Batam.


Upacara berlangsung di pelataran parkir BP Batam dan dipimpin langsung oleh Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya para Anggota/Deputi BP Batam, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam, mitra perbankan, serta pegawai BP Batam.


Pada kesempatan pertama, Amsakar menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah berkontribusi dalam pembangunan Batam melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor.


“Selamat Hari Bakti BP Batam yang ke-55 tahun! Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran atas sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin untuk menjadikan Batam lebih hebat dan maju,” kata Amsakar.


Ia mengatakan, peringatan Hari Bakti harus menjadi pengingat bagi seluruh insan BP Batam untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan, sekaligus memperkuat peran lembaga dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi.


Pada momen ini pula, ia memaparkan data-data makroekonomi pada semester 1 tahun 2026, antara lain realisasi investasi mencapai 39,9 triliun, peningkatan pertumbuhan ekonomi Batam yang mencapat 7,28 persen, pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih, dan pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan lainnya.


Usai upacara, rangkaian peringatan dilanjutkan dengan syukuran di Balairung Sari BP Batam. Kegiatan ini menjadi ungkapan rasa syukur atas perjalanan pengabdian BP Batam selama 55 tahun dalam mendukung pembangunan dan perkembangan Kota Batam.


Syukuran ditandai dengan pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun oleh Amsakar dan Li Claudia. Sejumlah tokoh turut menghadiri kegiatan tersebut, antara lain Pembina PIKORI BP Batam, Sri Soedarsono; Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Batam, Hasimah Nyat Kadir; Ketua Umum PIKORI BP Batam, Erlita Amsakar; Ketua Otorita Batam Periode Tahun 2005-2016, Mustofa Widjaja dan Deputi Pengusahaan Sarana Periode Tahun 2015-2020, Nur Syafriadi; serta perwakilan Ikatan Keluarga Besar Purna Bakti Pegawai Otorita Batam/BP Batam (IPPOB-BP Batam).


Suasana perayaan semakin semarak melalui penampilan dan lomba hiburan yang diikuti masing-masing kedeputian. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan ant pegawai dan lintas generasi yang telah berkontribusi dalam perjalanan BP Batam.


Dalam sambutannya, Amsakar mengatakan momen ini merupakan manifestasi bentuk nyata rasa syukur BP Batam selama perjalanan usia yang sudah 55 tahun. Ia juga memaknai seluruh capaian selama BP Batam berdiri di Kota Batam sebagai kaca, untuk melihat apa yang telah dilakukan di masa lalu, apa yang sekarang sedang kita lakukan, dan apa yang hendak kita tuju di masa depan.


“Jadi Hari Bakti ini menjadi media kontemplasi, media perenungan, media untuk melakukan evaluasi diri, sebagai jalan ikhtiar kita untuk memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara,” ujar Amsakar


Selain itu, ia juga menyoroti kinerja pelayanan air bersih, rumah sakit, dan ketersediaan pasokan listrik di Batam yang menjadi perhatian khusus. Ia optimis, seluruh permasalahan dapat terselesaikan dengan baik dengan kerja sama yang intens antarpihak.


Senada dengan Amsakar, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra juga menyampaikan kinerja BP Batam yang senantiasa bekerja dengan serius untuk mencari formulasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.


“Ayo bersama-sama kita bangun semangat baru, kita jadikan momentum 55 tahun ini untuk bergerak cepat, bangkit kembali, bertekad kuat, berlebih bersemangat, mempersembahkan kontribusi terbaik bagi negeri yang kita cintai,” pungkas Li Claudia Chandra.


Melalui peringatan Hari Bakti ke-55, BP Batam menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat iklim investasi. 


Semangat kolaborasi diharapkan menjadi modal penting untuk membawa Batam tumbuh sebagai kawasan yang semakin maju dan berdaya saing.

Jaga Ketersediaan Air Baku, Badan Pengusahaan Batam Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

On 18.33



BATAM - Badan Pengusahaan (BP) Batam menggandeng PT. Rekayasa Atmosfer Indonesia untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kota Batam pada 26 Oktober hingga 2 November 2026. 


Kegiatan ini merupakan pelaksanaan OMC kedua yang dilakukan BP Batam sepanjang 2026, setelah kegiatan serupa pada Mei lalu.


Langkah strategis ini dilakukan untuk meningkatkan potensi terjadinya hujan, terutama di wilayah tangkapan air atau waduk yang menjadi sumber utama pasokan air baku bagi masyarakat Batam.


Pelaksanaan OMC kali ini menyusul kondisi cuaca kering dalam beberapa waktu terakhir akibat pengaruh el nino ekstrem yang berdampak pada penurunan elevasi air di sejumlah waduk. 


Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan bahwa OMC merupakan bagian dari upaya antisipatif dan berkelanjutan BP Batam dalam memperkuat ketahanan sumber daya air di Batam.


“Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan salah satu langkah strategis yang BP Batam lakukan untuk mengantisipasi dampak cuaca kering dan menjaga ketersediaan air baku. BP Batam berharap kegiatan ini dapat meningkatkan potensi terjadinya hujan, khususnya di daerah tangkapan air di Batam, sehingga dapat mendukung keberlanjutan pelayanan air bersih,” kata Denny di Batam Centre, Sabtu (24/10).


Ia menyebutkan, kegiatan OMC ini turut didukung oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), AirNav Indonesia, PT Bandara Internasional Batam (BIB), Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kawasan Bandar Udara dan BU SPAM dan Pengelolaan Limbah BP Batam. 


Kolaborasi lintas instansi dan pemangku kepentingan tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan operasi, mulai dari aspek meteorologi, keselamatan penerbangan hingga pengelolaan sumber daya air.


Dalam pelaksanaannya, OMC direncanakan menggunakan satu unit pesawat jenis Cessna yang beroperasi pada ketinggian sekitar 8.000 hingga 11.000 kaki dengan pelaksanaannya menyesuaikan kondisi atmosfer dan keberadaan awan potensial.


“BP Batam menyadari bahwa air merupakan kebutuhan mendasar masyarakat sekaligus penopang aktivitas ekonomi Batam. Karena itu, BP Batam terus mengupayakan berbagai langkah strategis menjaga ketersediaan air baku,” tambahnya.


Direktur BU SPAM dan Pengelolaan Limbah BP Batam, Idul Priady menambahkan berdasarkan koordinasi dengan BMKG Batam, pemantauan kondisi atmosfer, wilayah Batam berpotensi mengalami hujan hingga Desember 2026. Potensi tersebut diharapkan dapat dioptimalkan melalui pelaksanaan OMC, khususnya meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah tangkapan air atau waduk.


Terkait keamanan air hujan hasil OMC, pihaknya menyatakan bahwa OMC menggunakan bahan yang aman dan tidak menyebabkan pencemaran air hujan. 


"NaCl yang digunakan dalam OMC berfungsi sebagai bahan semai untuk membantu proses pembentukan dan pertumbuhan butir air di dalam awan. Secara prinsip, NaCl yang digunakan merupakan garam yang memiliki karakteristik serupa dengan garam dapur, dengan perbedaan pada tingkat kemurnian dan ukuran partikelnya," jelas Idul. 

Jalan Gajah Mada dan Depan Hotel Vista Ditutup, BP Batam Lakukan Pemasangan Box Culvert

On 11.20





BATAM — Badan Pengusahaan (BP) Batam akan melaksanakan pekerjaan peningkatan Jalan Gajah Mada di Jalur Sei Ladi serta perbaikan jalan di depan kawasan Hotel Vista pada 18 Oktober hingga 1 November 2026.


Selama pekerjaan berlangsung, penutupan sementara pada ruas jalan tersebut akan diberlakukan untuk mendukung kelancaran pekerjaan dan menjaga keselamatan pengguna jalan.


Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjelaskan bahwa pekerjaan terhadap akses jalan itu mencakup pemasangan box culvert, yaitu struktur beton yang berfungsi sebagai saluran air di bawah jalan. Pemasangan tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran aliran air dan meningkatkan fungsi drainase di sekitar ruas jalan.


Di samping itu, ia mengatakan bahwa pekerjaan ini merupakan bagian dari upaya BP Batam meningkatkan kualitas infrastruktur dan mendukung kenyamanan mobilitas masyarakat.


“Kami juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyiapkan rekayasa lalu lintas. Selama pekerjaan berlangsung, pengendara dari arah Batam Centre menuju Tiban akan diarahkan melalui jalur alternatif menuju kawasan Baloi BCS,” ujar Tuty, Jumat (16/10/2026).


Lebih lanjut, ia menambahkan, BP Batam bersama Dinas Perhubungan Kota Batam dan Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang terus berkoordinasi untuk memastikan pengalihan arus kendaraan berjalan tertib dan aman.


BP Batam juga telah menyampaikan pemberitahuan ini kepada masyarakat sebelum pekerjaan dimulai sehingga pengguna jalan memperoleh informasi yang memadai mengenai jalur alternatif yang telah disiapkan.


“Kami mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan petugas selama pekerjaan berlangsung. Dengan dukungan seluruh pihak, kami berharap pekerjaan ini dapat terselesaikan dengan baik dan memberikan manfaat bagi seluruh pengguna jalan,” pungkasnya. (dp)

Penerbangan Batam–Penang Buka Peluang Ekonomi Lintas Negara, Baik Investasi dan Pariwisata

On 09.37



BATAM - Penerbangan langsung Batam–Penang resmi dibuka pada Minggu (18/10/2026). Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) hadir menyambut pembukaan rute tersebut melalui Inauguration Ceremony. 


Rute ini merupakan hasil kolaborasi PT Bandara Internasional Batam dan Batik Air Malaysia untuk memperluas konektivitas udara lintas negara, dan akan beroperasi tiga kali sepekan.


Pilot, awak kabin, dan penumpang penerbangan perdana disambut melalui prosesi pengalungan bunga di Gate A1 Bandara Internasional Hang Nadim Batam.


Seremoni pembukaan rute Batam–Penang turut dihadiri Pejabat Sementara Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam, Annang Setia Budhi; Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata; serta perwakilan asosiasi kepariwisataan. 


Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, mengatakan pengembangan konektivitas ini berlangsung di tengah penguatan kewenangan BP Batam melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2025, PP Nomor 28 Tahun 2025, dan PP Nomor 47 Tahun 2025. 


Ketiga regulasi tersebut mengatur aspek berbeda, mulai dari penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas, perizinan berusaha berbasis risiko, hingga perluasan wilayah kerja KPBPB Batam. 


“Pembukaan rute ini menjadi momentum yang baik bagi BP Batam untuk mendukung peningkatan pelayanan perizinan,” ujar Ariastuty. 


“Kami berharap tidak hanya pilihan transportasi udara yang bertambah, tetapi juga hubungan ekonomi lintas negara menguat dan peluang baru bagi pertumbuhan pariwisata serta investasi di Batam semakin terbuka,” harapnya. 


Senada dengan Ariastuty, Direktur Promosi dan Fasilitasi Investasi BP Batam, Dendi Gustinandar, mengatakan akses penerbangan langsung sangat mempermudah mobilitas masyarakat dan pelaku usaha di kedua wilayah.


Apalagi Malaysia masuk dalam lima besar negara investor di Batam pada 2025, berdasarkan data yang dirangkum BP Batam. 


“Penguatan akses udara diharapkan dapat mendukung perluasan jejaring bisnis serta membuka peluang investasi baru,” kata Dendi. 


Dari sisi pariwisata, Batam juga memiliki pasar yang potensial. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat sebanyak 1,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara masuk melalui Batam sepanjang 2025. 


Batam berkontribusi 79,58 persen dari total kunjungan wisman di Provinsi Kepulauan Riau yang tercatat sebanyak 2 juta kunjungan. 


Jumlah tersebut menempatkan Batam pada posisi ketiga di antara pintu masuk bandara utama wisata di Indonesia, setelah Bali dan Jakarta. (nva)