EKONOMI

NASIONAL

POLITIK

UNCTAD Catat Batam Masuk 10 Besar Konektivitas Pelayaran Tertinggi di Dunia

On 18.33



BATAM - Posisi Batam sebagai kawasan strategis dalam jaringan perdagangan mendapat pengakuan dunia internasional.


Terbaru, UN Trade and Development (UNCTAD) mencatat, Batam masuk dalam 10 pelabuhan dengan pertumbuhan Port Liner Shipping Connectivity Index (PLSCI) tertinggi di dunia untuk periode Kuartal II 2016 hingga Kuartal II 2026. Dalam daftar tersebut, Batam berada di peringkat keenam dari 10 pelabuhan dengan pertumbuhan konektivitas tertinggi.


UNCTAD mencatat, pelabuhan-pelabuhan dalam daftar mengalami pertumbuhan konektivitas yang kuat selama satu dekade, dengan pertumbuhan mencapai sekitar 274 persen hingga 697 persen, di luar tiga pelabuhan teratas yang mencatat pertumbuhan lebih tinggi.


Malaga (Spanyol) mencatat pertumbuhan persentase tertinggi dalam Indeks Konektivitas Pelayaran Kapal Lini Pelabuhan selama periode tersebut; Posisi berikutnya ditempati oleh Puerto Bolivar (Ekuador), Aliaga (Nemrut) (Turki), Pulau Batam (Indonesia), Zhapu (Tiongkok), Chabahar (Iran (Republik Islam), Arkhangelsk (Federasi Rusia), Port Hueneme (Amerika Serikat), Haugesund (Norwegia), dan Derince (Turki). 


Catatan ini menjadi salah satu gambaran perkembangan konektivitas Batam dalam jaringan pelayaran global. Hal ini sejalan dengan upaya Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam memperkuat konektivitas pelabuhan dan layanan pelayaran langsung atau direct call.


Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menjelaskan bahwa pencapaian ini tidak terlepas dari posisi geografis Batam yang terletak di jalur strategis perdagangan internasional.


Namun demikian, menurutnya, keunggulan geografis perlu diikuti dengan pembangunan infrastruktur yang mampu menjawab kebutuhan dunia usaha.


“Keunggulan geografis saja tidak cukup. Kita harus memastikan pelabuhan dan infrastruktur pendukung terbangun maksimal sehingga aktivitas investasi dan industri dapat tumbuh dan memberikan manfaat kepada ekonomi daerah dan masyarakat,” ujar Amsakar, Selasa (29/9/2026).


Pertumbuhan konektivitas tersebut juga tercermin dari meningkatnya aktivitas di Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar.


Sepanjang Januari–Mei 2026, layanan direct call internasional di TPK Batu Ampar mencapai 106 kunjungan kapal, meningkat 212 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 34 kunjungan.


Pada periode yang sama, volume peti kemas melalui layanan direct call mencapai 58.237 TEUs, meningkat 125 persen dibandingkan Januari–Mei 2025 yang sebesar 25.904 TEUs. 


Menurut Amsakar, perkembangan tersebut menunjukkan semakin kuatnya akses Batam terhadap jaringan perdagangan internasional.


Penguatan konektivitas Batam juga berlangsung di sektor digital melalui Nongsa–Changi Cable (NCC) yang mendarat di Batam pada 20 Juli 2026.


Kabel bawah laut tersebut menghubungkan Nongsa Digital Park, Batam, dengan Changi, Singapura, melalui 24 pasang serat optik. Kehadirannya memperkuat konektivitas digital Indonesia–Singapura sekaligus mendukung kebutuhan pusat data, komputasi awan, kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI), dan interkoneksi data center. 


Dengan demikian, konektivitas Batam tidak hanya berkembang melalui jalur laut, tetapi juga melalui jaringan digital yang semakin dibutuhkan industri berbasis teknologi.


“Kita ingin Batam semakin terhubung. Bukan hanya terhubung secara fisik melalui pelabuhan dan jalur perdagangan, tetapi juga terhubung secara digital. Keduanya akan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem investasi dan industri yang memberi kemanfaatan bagi ekonomi kita,” ungkap Amsakar. (dp)

Training Transmisi Hybrid dan DCT Resmi Ditutup, HOB: Sampai Jumpa di Bangka Belitung

On 21.31

Para peserta training, pemateri, sponsor, pengurus HOB, Perwakilan Poltek Negeri Batam berfoto bersama di depan hanggar pesawat.


BATAM - Pelatihan Transmisi Hybrid dan Dual Clutch Transmission (DCT) se-Sumatera yang digelar Himpunan Otomotif Batam (HOB) bekerjasama dengan Politeknik Negeri Batam, 26-27 September 2026 resmi ditutup. 

Bambang Ermanto, Ketua HOB menyebut pada hari terakhir training, para peserta terlihat antusias mengikuti sesi praktik. Terlebih praktik dilakukan di kawasan hanggar, lokasi yang biasa digunakan mahasiswa Poltek Negeri Batam belajar mereparasi pesawat komersial.

"Alhamdulillah training Hybrid Transmission dan DCT, baik materi teori dan praktik berjalan lancar. Ke depan acara serupa akan terus dilaksanakan," ujar Bambang Ermanto.

Para peserta kompak meneriakkan training selanjutnya dilaksanakan di Provinsi Bangka Belitung. "Kalau begitu, sampai jumpa di Bangka Belitung," tegas Bambang.

Sebelumnya pada praktik pertama, mereka dibimbing langsung oleh pakar Ev dan Hybrid Transmission, Didi Istardi, Ph.D. Sesi ini menjelaskan sistem kerja sekaligus penanganan masalah transmisi mobil hybrid.

"Harapan kami para pemilik bengkel bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi otomotif. Setidaknya mampu memperbaiki kendaraan hybrid, dimana populasinya cukup pesat. Dan selangkah lagi menuju EV," ujar Didi Istardi yang juga pengajar di Poltek Negeri Batam.

Usai santap siang dan sholat, para peserta kembali bersemangat mengikuti praktik membongkar jeroan transmisi DCT mobil Ford Fiesta. Banyak dari peserta mengaku cukup awam dengan transmisi tersebut.

Ex Ford Batam, Rio Denny Fatresa, SP.d menjelaskan DCT merupakan transmisi dengan dua kopling yang menggerakkan dua kelompok roda gigi terpisah. Tiap kopling terhubung ke input shaft-nya sendiri, keduanya duduk pada satu sumbu.

"Secara mekanis DCT adalah transmisi manual - ada synchronizer, hub sleeve, dan shift fork - hanya saja pengoperasiannya elektronik, sehingga tenaga dan akselerasi lebih responsif," ujar Rio.

Rio berahap materi teori dan praktik DCT dapat mengubah mindset para pelaku bengkel untuk berani menangani mobil mobil bertansmisi DCT seperti merek Ford, VW dan banyak lainnya.

"Kalau biasanya bermain di konvensional harapannya mereka akan berani menangani mobil bertransmisi DCT. Tentu saja ini akan menjadi nilai plus bagi peserta training yang mana cuan pun akan bertambah," pungkas Rio, sekaligus Owner Bengkel Service Solution Abadi (Spesialis Ford di Batam). 

Groundbreaking Sekolah Terintegrasi Merah Putih, Amsakar Achmad : Kita Tak Boleh Terlambat Mendesain Pendidikan

On 20.31

Pekerja terlihat tengah memasang tiang pancang sekolah merah putih


BATAM - Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di kawasan Rempang, Batam, Kepulauan Riau, resmi dimulai. 


Pembangunan ditandai dengan seremoni groundbreaking dan pemasangan tiang pancang perdana oleh Kepala BP Batam/Wali Kota Batam Amsakar Achmad, didampingi Wakil Kepala BP Batam/Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra dan Ketua Yayasan Merah Putih Eddy Hussy.


Sekolah tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 18,5 hektare dan diperuntukkan bagi jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan sistem boarding school.


Amsakar mengatakan, pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih ditargetkan rampung pada akhir 2028. 


Kehadiran sekolah tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di kawasan Rempang.


“Kita tidak boleh terlambat mendesain pendidikan untuk anak bangsa. Sekolah ini akan menjadi sejarah, mencetak anak-anak hinterland yang akan tampil mewarnai perjalanan pembangunan Batam ke depan,” ujar Amsakar dalam sambutannya.


Menurutnya, pembangunan sekolah tersebut merupakan bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang mampu berkontribusi dalam pembangunan Batam dan Indonesia pada masa mendatang.


Sementara itu, Li Claudia Chandra mengatakan, Sekolah Terintegrasi Merah Putih akan dilengkapi sarana dan prasarana berstandar internasional. 


Fasilitas tersebut disiapkan untuk menunjang proses pembelajaran sekaligus mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal. 


“Indonesia Emas harus diisi oleh anak-anak kita dari Rempang, Galang, Buluh, dan hinterland lainnya dengan pendidikan yang andal dan bermutu. Sekolah ini menjadi bagian penting dalam sejarah pendidikan dan diharapkan mendukung kemajuan kawasan Rempang dan Kota Batam,” kata Li Claudia.


Ia menegaskan, pembangunan sekolah tersebut tidak hanya berorientasi pada penyediaan fasilitas pendidikan, tetapi juga pada upaya mempersiapkan generasi muda yang memiliki kualitas dan daya saing.


Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Merah Putih Eddy Hussy mengapresiasi dukungan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra yang mendorong para pelaku usaha untuk turut mengambil bagian dalam pembangunan sekolah tersebut.


“Harapan kami, sekolah ini menjadi upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang tangguh. Semoga inisiatif mulia ini mendapat dukungan dari semua pihak hingga selesai dan membawa manfaat besar bagi Batam ke depan,” ujar Eddy.


Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih, Robinson Tan mengatakan pembangunan sekolah terintegrasi merah putih akan menjadi sejarah mulia bagi generasi masa depan bangsa, terkhusus kesempatan belajar yang berkualitas bagi anak prasejahtera di kawasan Rempang Galang dan sekitarnya.


"Ini merupakan satu catatan sejarah buat Kota Batam. Ini adalah sebuah amanah mulia bagi kami, untuk masa depan banyak anak-anak daerah yang akan mengisi pembangunan daerah ini ke depan." Ujar Robinson Tan.


Seremoni groundbreaking tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Batam Muhammad Kamaluddin, Dirintelkam Polda Kepri Kombes Pol Ferikson Tampubolon, Direktur Utama PT PLN Batam Kwin Fo, Direktur Operasional PT MEG Michael Wilson, Wakil Komandan Kodaeral IV Laksma TNI Ketut Budiantara, para Anggota/Deputi Bidang BP Batam, jajaran Forkopimda Kota Batam, serta tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat.


Dengan dimulainya pembangunan ini, Sekolah Terintegrasi Merah Putih diharapkan menjadi salah satu pusat pendidikan yang mampu mencetak generasi muda berkarakter, berdaya saing, dan berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Diikuti Puluhan Mekanik, Himpunan Otomotif Batam Gelar Training Hybrid dan Dual Clutch Transmission

On 17.30

Sekdako Batam Firmansyah didampingi Ketua Himpunan Otomotif Batam Bambang Ermanto, Direktur Poltek Negeri Batam Bambang Hendrawan, Pemateri Dual Clutch Transmission Rio Denny Fatresa.


BATAM - Sekretaris Daerah (Sekda) Pemko Batam, Firmansyah membuka secara resmi kegiatan training yang digelar Himpunan Otomotif Batam (HOB) di Politeknik Negeri Batam, 26-27 September 2026.

Pelatihan yang mengusung tema Hybrid Transmission dan Dual Clutch Transmission tersebut diikuti oleh 51 peserta dari berbagai daerah. Seperti Bangka Belitung, Jambi, Medan, Batam, Riau.

Training tersebut menghadirkan Pakar Electrical Vihicle (EV) dan Hybrid, Didi Istardi, Ph.D dan Ex Manager Bengkel Ford Batam, Rio Denny Fatresa, S.Pd.

Pemateri Rio Denny Fatresa, SP.d memaparkan apa itu sistem dual clutch transmission, permasalahan dan solusi yang biasa dihadapi praktisi bengkel mobil.




Sekda Firmansyah mewakili Walikota Batam menyambut baik acara training otomotif yang diadakan HOB bekerjasama Politeknik Negeri Batam yang diikuti peserta dari berbagai daerah. Ini membuktikan perkembangan industri otomotif tanah air cukup baik khususnya kota Batam.




"Perlu kami informasikan kepada peserta bahwa jumlah penduduk Batam sejauh ini berjumlah 1,4 juta jiwa. Dimana jumlah kendaraan otomotif yang beredar hampir sama yakni 1,3 juta unit, tentu ini jadi peluang sekaligus tantangan bagi pelaku jasa otomotif," kata Firmansyah, Sabtu (26/9/2026).

"Kegiatan ini resmi kami buka, untuk itu sekali lagi saya ucapkan selamat mengikuti training ini, semoga bisa menambah pengetahuan dan keahlian para peserta utamanya dalam teknologi Hybrid transmission dan dual clutch transmission," ujar Fiemansyah.

Sementara itu Ketua HOB, Bambang Ermanto mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk saling bertukar pengalaman serta meningkatkan kompetensi yang diterapkan dalam dunia kerja dan industri otomotif.

"Pada kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada pemerintah serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan peningkatan keterampilan dan pengembangan sumber daya manusia khususnya di bidang otomotif. Dukungan pemerintah sangat berarti dalam mendorong terciptanya sumber daya manusia yang terampil dan kompeten. Kami berharap sinergi antara pemerintah dan Universitas Politeknik di Batam ini, yaitu dunia pendidikan, dunia industri, komunitas otomotif, dan masyarakat dapat terus berjalan dengan baik," ujar Bambang.

Bambang juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti training ini dengan sungguh-sungguh. Memanfaatkan kesempatan ini untuk bertanya, berdiskusi, dan berbagi pengalaman dengan para narasumber dan instruktur di otomotif ini.

"Semoga kegiatan training Hybrid Transmission dan Dual Clutch Transmission ini dapat berjalan dengan lancar serta memberikan manfaat bagi seluruh peserta. Semoga kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama antara pemerintah, Politeknik, pendidikan, industri, dan komunitas otomotif dalam menciptakan sumber daya manusia yang terampil dan profesional," pintanya.


Direktur Politeknik Negeri Batam Bambang Hendrawan mengatakan suatu kehormatan bagi pihaknya menjadi tuan rumah kegiatan training ini sebab tidak saja diikuti pegiat otomotif Batam akan tetapi datang juga dari berbagai wilayah seperti dari Babel, Tangerang, Jambi, Medan, Pekanbaru.

"Kalau dilihat dari para peserta sepertinya sudah pada senior dan berpengalaman di dunia otomotif. Kami ucapkan selamat datang di Polibatam, intinya kami mendukung kegiatan ini untuk sama sama meningkatkan kemampuan di dunia teknologi," katanya.

Hadir dalam acara ini Wakil Dekan 3 Universitas Islam Riau Joni Rahman, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemko Batam Suhar, Ketua Atom Riau Andi, Ketua Otoritas Otomotif Jambi Agus.


XLSMART dan Mitra Rekrut 850 Talenta Muda melalui Future Ready, Target 1.000 hingga Akhir 2026

On 15.45



JAKARTA – Di tengah tantangan pasar kerja yang semakin kompetitif, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) memperkuat peran program XLSMART Future Ready untuk membantu generasi muda tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga memperoleh kesempatan kerja nyata.


Hingga September 2026, sebanyak 850 talenta muda telah direkrut oleh XLSMART dan perusahaan mitra melalui Future Ready. Program rekrutmen dan pengembangan talenta akan terus berlangsung hingga akhir tahun dengan target sedikitnya 1.000 talenta muda memperoleh pekerjaan melalui ekosistem Future Ready pada akhir 2026.


Pencapaian tersebut menjadi milestone penting bagi Future Ready, program CSR unggulan XLSMART yang dibangun dengan pendekatan “Skill Ready – Career Ready – Future Ready”. Program dirancang untuk membangun jalur yang lebih terintegrasi mulai dari pengembangan kompetensi, sertifikasi dan kesiapan karier, hingga mempertemukan peserta dengan kebutuhan serta proses rekrutmen XLSMART dan perusahaan mitra.


Hingga September 2026, lebih dari 5.700 peserta telah mengikuti berbagai program pelatihan dan sertifikasi Future Ready. Sementara itu, platform pembelajaran digital melalui website XLSMART Future Ready telah diakses oleh lebih dari 50 ribu pengguna.


Group Head Corporate Communications & Sustainibility XLSMART, Reza Z. Mirza, mengatakan, “Di tengah pasar kerja yang semakin kompetitif, pelatihan saja tidak cukup. Bagi kami, keberhasilan Future Ready tidak hanya diukur dari berapa banyak anak muda yang mengikuti pelatihan atau memperoleh sertifikasi, tetapi seberapa jauh kompetensi tersebut dapat membawa mereka menuju pekerjaan. Hingga September, 850 talenta muda telah direkrut oleh XLSMART dan perusahaan mitra melalui program ini. Kami menargetkan angka tersebut mencapai 1.000 hingga akhir 2026.”


“Karena itu Future Ready kami bangun sebagai sebuah ekosistem. Kami membantu peserta mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja, sekaligus menghubungkan mereka dengan proses rekrutmen XLSMART dan berbagai perusahaan mitra. Semakin luas kolaborasi yang dibangun, semakin besar pula peluang yang dapat dibuka bagi generasi muda Indonesia,” lanjutnya.



Dari Pelatihan hingga Pekerjaan


Future Ready dikembangkan agar tidak berhenti pada tahapan pelatihan. Melalui pendekatan Skill Ready – Career Ready – Future Ready, peserta memperoleh rangkaian pengembangan mulai dari peningkatan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri, sertifikasi dan pembekalan kesiapan karier, hingga akses terhadap peluang dan proses rekrutmen di XLSMART maupun perusahaan mitra.


Program dijalankan melalui pelatihan tatap muka dan daring, Career Day, sertifikasi, e-learning, serta berbagai aktivitas yang mempertemukan peserta dengan informasi dan peluang karier.


Pengembangan kompetensi mencakup berbagai bidang yang relevan dengan perkembangan dunia kerja, antara lain Digital & IT, Data & AI, Telecom Engineering, Sales & Commercial, serta Finance & Business, termasuk keterampilan pendukung seperti communication skill, negotiation skill, career readiness, dan kemampuan profesional lainnya.


Kolaborasi menjadi salah satu fondasi utama Future Ready. XLSMART bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, termasuk melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi serta jaringan peserta pembinaan pelatihan vokasi dan produktivitas BINALAVOTAS.


Kolaborasi juga dikembangkan bersama institusi pendidikan dan berbagai mitra, antara lain Universitas Pakuan, Forum Women in Business Universitas Indonesia, Eka Tjipta Foundation, sekolah menengah, komunitas lokal, serta perusahaan dan mitra industri.


Melalui kolaborasi tersebut, XLSMART berupaya membangun hubungan yang lebih erat antara pendidikan, pelatihan, kebutuhan industri, dan rekrutmen, sehingga kompetensi yang dikembangkan peserta semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja.



850 Talenta Muda Direkrut XLSMART dan Mitra


Selain meningkatkan keterampilan, Future Ready mulai menunjukkan dampak langsung terhadap akses ketenagakerjaan. Hingga September 2026, 850 peserta telah direkrut oleh XLSMART dan perusahaan mitra melalui ekosistem Future Ready.


Capaian tersebut akan terus ditingkatkan melalui rangkaian program rekrutmen dan pengembangan talenta hingga Desember 2026. XLSMART menargetkan setidaknya 1.000 talenta muda memperoleh pekerjaan hingga akhir tahun.


Untuk memperluas jangkauan, mulai September hingga akhir 2026 XLSMART juga menjalankan Future Ready Goes to Campus di 10 kampus, yang ditargetkan menjangkau ribuan peserta. Program menyasar mahasiswa, fresh graduates, pencari kerja, lulusan SMA dan SMK, serta peserta jaringan BINALAVOTAS Kementerian Ketenagakerjaan.


Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pembekalan keterampilan dan kesiapan kerja, tetapi juga kesempatan untuk semakin dekat dengan kebutuhan industri dan ekosistem rekrutmen yang dibangun bersama XLSMART dan perusahaan mitra.



Workshop IoT Targetkan 1.000 Peserta


Penguatan kompetensi teknologi juga dilakukan melalui rangkaian Workshop Internet of Things (IoT) yang menargetkan sekitar 1.000 peserta.


Program dirancang untuk memperkuat literasi digital sekaligus memberikan pengalaman praktis teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.


Kegiatan perdana telah berlangsung di SMK Ananda Bekasi pada 29 Agustus 2026 dengan melibatkan 180 peserta. Rangkaian selanjutnya direncanakan berlangsung di SMKN 3 Tangerang, SMK Strada Jakarta, SMK Ananda Deltamas Cikarang, SMK Pustek Tangerang Selatan, serta dua sesi workshop di BBPVP Bekasi. Secara keseluruhan, rangkaian ini mencakup tujuh lokasi/sesi, terdiri dari satu kegiatan yang telah terlaksana dan enam agenda lanjutan.


Melalui Future Ready, XLSMART ingin mendorong konektivitas berkembang menjadi sarana pemberdayaan yang membantu generasi muda meningkatkan keterampilan, memperkuat kesiapan kerja, dan memperoleh akses terhadap peluang ekonomi yang lebih luas.


Future Ready akan terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan pemerintah, institusi pendidikan, dunia usaha, dan komunitas agar semakin banyak talenta muda Indonesia yang tidak hanya memiliki keterampilan yang relevan, tetapi juga mampu mengubah keterampilan tersebut menjadi peluang kerja nyata.


Informasi mengenai program dan materi pembelajaran XLSMART Future Ready dapat diakses melalui futureready.xlsmart.co.id. (ina)