Home » Hukum » Yusril: Vonis Ahok Sangat Ringan
Thursday, 11 May 2017 - 12:02 WIB

Yusril: Vonis Ahok Sangat Ringan

Yusril: Vonis Ahok Sangat Ringan Prof Yusril Ihza Mahendra

 

 
JAKARTA – Ahli hukum tata negara Prof Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan vonis terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok oleh hakim PN Jakarta Utara sangat ringan.

 

Vonis yang diberikan kepada gubernur nonaktif itu ringan dari kasus-kasus serupa yaitu penodaan atau penistaan agama.

 

“Kalau kita bandingkan dengan kasus-kasus penodaan agama yang lain yang sudah divonis, vonis terhadap Ahok cukup ringan. Beberapa kasus penodaan agama di Jakarta, Bali, dan Pangkal Pinang, dijatuhi hukuman 4 tahun, lebih lama dua tahun dibanding Ahok,” ujar Yusril seperti dilansir okezone, Kamis (11/5/2017).

 

Sementara untuk permintaan banding yang dilakukan Ahok, Yusril mengaku menunggu sikap JPU. Adapun ia mengesankan bahwa putusan tersebut belum inkracht van gewijsde atau berkekuatan hukum tetap.

 

Inkracht van gewijsde adalah perkara yang telah berkekuatan hukum tegap karena telah diputuskan oleh hakim dan tidak ada lagi upaya hukum lainnya yang lebih tinggi.

 

“Karena itu, secara hukum berdasarkan asas praduga tidak bersalah, sampai saat ini status Ahok masih belum jelas, apakah salah atau tidak salah, sampai ada putusan yang berkekuatan hukum tetap. Bahwa secara awam, orang menganggap Ahok sudah bersalah, hal itu tentu dapat kita maklumi,” tutupnya. (wan)

BERITA LAINNYA

Ancam Wartawan, IWO Kecam Tindakan Oknum Pansel Bawaslu Kepri

Ketua DPR Tersangka Korupsi e-KTP Senilai Rp 2,3 Triliun

GNPF-MUI Kecam Fitnah Media Sekuler Soal Pembacokan Saksi Ahli IT ITB

Kak Emma : Habib Rizieq Penghambat Gerakan Komunis di Indonesia

Habib Rizieq Serang Balik Kriminalisasi Yang Dilakukan Rezim Jokowi

Penegakan Hukum Rezim Jokowi Makin Diskriminasi Terhadap Umat Islam

Ahok Langsung Dijebloskan ke Rutan Cipinang

Vonis 2 Tahun Terhadap Ahok Dinilai Penuhi Rasa Keadilan Umat Islam

RIP Penegakan Hukum Rezim Jokowi: Ahok Cuma Dituntut Pidana Percobaan

Penyidik KPK Disiram Air Keras, Bukti Nyata Matinya Penegakan Hukum Rezim Jokowi