Home » Nasional » Waspadai Proxy War dalam Agenda 200 Daftar Mubalig
Senin, 21 Mei 2018 - 14:11 WIB

Waspadai Proxy War dalam Agenda 200 Daftar Mubalig

Waspadai Proxy War dalam Agenda 200 Daftar Mubalig

JAKARTA – Umat Islam Indonesia terus dikepung oleh proxy war (pembusukan dari dalam). Salah satunya dari penerbitan daftar 200 mubalig oleh rezim Jokowi.

 

Tokoh reformasi Amien Rais menyarankan Kementerian Agama mencabut kebijakan 200 nama mubalig atau penceramah yang direkomendasi.

 

“Saya menghimbau sesegera mungkin daftar 200 mubalig itu ditarik, dibatalkan,” ujar Amien di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (21/5).

 

Amien tiba di komplek Parlemen untuk memberi testimoni dalam acara 20 Tahun Refleksi Reformasi yang diselenggakan Fraksi PAN di Gedung Nusantara, Senayan.

 

Dalam pandangan Amien, apapaun alasannya tidak boleh ada pembatasan apalagi sampai menjadi rekomendasi yang mengesankan beberapa ulama tidak boleh menyampaikan ceramah.

 

Menurutnya, kalaupun alasan yang diberikan Kemenag adalah 200 nama itu merupakan usulan dari pengurus ormas keagamaan dan masjid besar serta memungkinkan untuk terus bertambah.

 

Amien yang juga mantan ketua MPR RI itu tetap menegaskan bahwa tidak boleh ada rekomendasi serupa. Termasuk yang sudah terlanjur dibuat, harus segera dicabut.

 

“Karena kalau ditambah lagi nanti mau jadi berapa ribu malah menambah kegusaran dan kegaduhan,” tukasnya.

 

sumber: rmol

BERITA LAINNYA

Rezim Jokowi Anggap Nyawa Rakyat Hanya Untuk Bahan Pelajaran

Komnas HAM Kutuk Penistaan Rezim Jokowi Pada Wartawan

H-5 Lebaran 2018, Lonjakan Pemudik di Bandara Hang Nadim Meningkat

Waspadai Agenda Setting Istilah “Masjid Radikal”

Dana THR dan Gaji ke-13 PNS Ternyata Diambil dari APBD

Penggerudukan Radar Bogor Ancam Kebebasan Pers

Rilis 200 Ulama, Bukti Diskriminasi Rezim Jokowi Pada Umat Islam

Gempa Tektonik Guncang Gunung Salak Bogor

TKA Cina Serbu Indonesia, Kita Kerja Apa ?

Investor Cina Hanya Sisakan Kotoran Untuk Indonesia