Home » Cahaya Ilahi » Waspada, Buku 57 Khutbah Jumat Berpaham Syiah
Jumat, 30 Maret 2018 - 06:15 WIB

Waspada, Buku 57 Khutbah Jumat Berpaham Syiah

Waspada, Buku 57 Khutbah Jumat Berpaham Syiah

JAKARTA – Umat Islam Indonesia diminta waspada terkait beredarnya buku berjudul 57 Khutbah Jumat: Runut Logika Agama yang Terpadu dengan Kebangsaan dan Sentuhan Do’a. Pasalnya buktu itu terindikasi berpaham Syiah (bukan Islam).

 

Buku itu diterbitkan oleh lembaga Islam integral yang dipimpin oleh Ali Assegaf. Dalam pengantar buku tersebut diisi oleh Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Yudi Latif.

 

Terkait temuan ini, Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zaitun Rasmin mengatakan, MUI sedang meneliti dan mengkaji buku yang diduga terindikasi paham Syiah tersebut. Menurut dia, MUI pusat sudah mendapatkan masukan dari berbagai pihak.

 

“MUI pusat sedang menelitinya. Saya sendiri belum baca dan dapat bukunya, tapi teman-teman di komisi pengkajian lagi meneliti isi buku tersebut,” kata Zaitun, Kamis (29/3).

 

Ketua Umum Wahdah Islamiyah Indonesia ini mengatakan, MUI belum mengadakan pertemuan untuk membahas soal buku tersebut. Saat ini, ia mengatakan, MUI pusat tengah menanti hasil penelitian yang dilakukan komisi pengkajian.

 

Buku tersebut, menurut dia, memang sudah disebar, tetapi dalam jumlah yang sangat terbatas. Kalaupun terbukti mengembangkan paham Syiah, masalah penarikan buku, menurut dia, merupakan urusan pemerintah. Namun, kata dia, MUI tentunya akan memberi peringatan, baik itu bagi umat Islam, pemerintah, maupun penerbitnya.

 

Zaitun mengatakan, paham Syiah dinilai berbahaya karena mereka mencaci maki sahabat-sahabat Nabi Muhammad SAW dan bahkan ada yang dikafirkan oleh mereka. Menurut dia, paham Syiah dianggap berbahaya karena dengan demikian umat menghilangkan kepercayaan pada ajaran Islam. Hal itu karena ajaran Islam juga sampai kepada umat melalui para sahabat Rasulullah.

 

Jika memang berpaham Syiah, ia menilai buku tersebut akan berbahaya atau berpengaruh bagi masyarakat yang kurang memahami ajaran Islam sehingga bisa tersesat dan menyimpang. Karena itu, ia mengimbau agar masyakarat berhati-hati.

 

“Masyarakat agar berhati-hati dan melaporkan ke MUI jika ada hal-hal yang dirasa meresahkan, baik itu ke MUI setempat dan ke MUI pusat,” katanya menambahkan.

 

Sebelumnya, Ketua MUI Jember Abdul Halim Subahar mengatakan, buku 57 Kutbah Jumat tersebut dinilai sangat berpotensi meresahkan dan banyak paham Syiah yang dikembangkan di dalamnya. Dia mengatakan, isi buku tersebut tidak sesuai dengan paham arus utama keislaman di Indonesia dan memiliki kajian yang dangkal.

 

Karena di dalamnya hanya mengutip tiga pendapat yang biasa dikembangkan Syiah dalam melihat Ahlu Bait, seperti pandangan Ali bin Abi Thalib, Hasan, dan Husein.

 

sumber: republika.co.id

BERITA LAINNYA

Gubernur Ajak Umat Islam Kepri Menjaga Lingkungan

Gubernur Kepri Letakkan Batu Pertama Laboratorium MAN IC Batam

Waspada Politik Adu Domba Kaum Cebong

TGB Rayu Ustadz Abdul Somad Dukung Jokowi ?

Ustadz Hari Moekti Berpulang, Semoga Husnul Khotimah

Aroma Kebencian Ahoker-Jokower Pada Pemimpin Islam Makin Bringas

Begini Penampakan Gunung Pelangi Yang Disebut Alquran

BMH Kepri Beri Santunan Anak Yatim Piatu

Ramadhan Memberi Berkah Bagi Warga Belakangpadang

Mayoritas Awal Puasa 2018 Serentak