Home » Politik » Sultan Mahmud Riayat Syah Asal Kepri Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Saturday, 17 June 2017 - 11:48 WIB

Sultan Mahmud Riayat Syah Asal Kepri Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Sultan Mahmud Riayat Syah Asal Kepri Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

 

 

JAKARTA – Perang gerilya biasanya dilakukan para pejuang kemerdekaan di wilayah daratan. Tapi berbeda dengan yang dilakukan pejuang kemerdekaan Sultan Mahmud Riayat Syah, Raja Lingga dari Kepulauan Riau. Dia bergerilya melawan penjajah Belanda dengan strategi gerilya di laut.

 

“Strategi perang di laut berhasil menenggelamkan kapal penjajah. Juga memaksa penjajah Belanda kembali ke pangkalannya,” kata anggota DPR dari daerah pemilihan Kepualauan Riau Nyat Kadir di Gedung DPR, Kamis (15/6/2017).

 

Kisah heroik Sultan Mahmud serta strategi perjuangannya yang berbeda dengan pejuangan kemerdekaan kebanyakan, mendorong masyarakat di wilayah setempat untuk mengajukan namanya sebagai Pahlawan Nasional. Perjuangannyapun dibahas dalam diskusi bertema ‘Napak Tilas Sang Gerilyawan Laut Sultan Mahmud Riayat Syah dari Lingga’.

 

Hadir Bupati Lingga Alias Wedo, serta pembicara Guru Besar Universitas Indonesia Fakultas Pertahanan Prof. DR Susanto Zuhdi, Budayawan masyarakat setempat Dr. ABdul Malik.

 

Dalam arsip Indies Office House, laporan pejabat Inggris di Penang yang kini berada dalam wilayah Malaysia mengakui kehebatan Sultan Mahmud melalui dokumen yang ditemukan bahwa Sultan Mahmud adalah penguasa terbesar dan jenius di kalangan melayu.

 

Selain itu, Gubernur VOC di Malaka, de Bruijn juga mengakui kehebatan Sultan Mahmud setelah kekuatan armada VOC tidak mampu menandingi kekuatan armada laut Sultan Mahmud di belantara lautan Kepulauan Riau.

 

Dengan kepiawannya melakukan perang gerilya di laut membuat Sultan Mahmud Riayat Syah berhasil menjarah timah yang dibawa Kapal VOC. Sultan Mahmud juga dikenal jenius sebagai kepala pemerintahan sekaligus ahli strategi perang.

 

Hal itu diketahui dengan menjadikan Lingga sebagai pusat pemerintahan dan perlawanan terhadap VOC. Oleh penjajah VOV ia dikenal sebagai ‘musuh yang berbahaya’  (man/dpr)

BERITA LAINNYA

Batam Tuan Rumah Rakernas ADEKSI III

MUI : Bawaslu Tugasnya Awasi KPU, Bukan Materi Khutbah

Dewan Desak DLH Tutup Tambang Ilegal di Batam

DPRD Batam Dukung e-Budgeting dan e-Perencanaan 2018

Wow! Kerugian PAD dari Parkir Hang Nadim Capai Rp 15 Milyar

Komisi III DPRD Batam Panggil DLH dan DMP Atasi Banjir

Nuryanto Minta Taxol Bersabar

Ketua DPRD Kota Batam Pimpin RDP Tuntutan Driver Online

Budi Mardiyanto: Instansi Vertikal Masih Belum Melayani Sepenuh Hati

Ketua DPRD Kota Batam Sidak MPP