Home » Nasional » Sering Konsumsi SKM, Balita di Batam Alami Gizi Buruk
Jumat, 20 April 2018 - 08:30 WIB

Sering Konsumsi SKM, Balita di Batam Alami Gizi Buruk

Sering Konsumsi SKM, Balita di Batam Alami Gizi Buruk

BATAM – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Ibnu Sina Batam melakukan survei Penggunaan Susu Kental Manis sebagai Minuman Harian Anak di Keluruhan Sagulung Kota sekaligus untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap SKM.

 

Survei ini dilakukan menyusul ditemukannya sejumlah balita menderita gizi buruk akibat mengkonsumsi susu kental manis di beberapa kota di Indonesia, termasuk Batam. Balita VA yang berusia 10 bulan pada Januari lalu dirawat di RSUD Embung Fatimah akibat gizi buruk.

 

VA yang sejak usia 2 bulan sudah mengkonsumsi susu kental manis mengalami gangguan kesehatan. Saat ditemukanpun beratnya hanya sekitar 4 kg. Padahal, merujuk pada grafik tumbuh kembang anak, diusia 10 bulan VA seharusnya memiliki berat 10 kg.

 

“Kasus yang menimpa VA yang belum genap satu tahun ini merupakan kasus baru yang menjadi perhatian bagi semua khalayak. Besar kemungkinan tidak hanya VA yang mengkonsumsi susu kental manis sejak dini, namun masih ada orang tua lain yang belum teredukasi dan memberikan susu kental manis untuk balitanya,” ujar Fitri Sari Dewi, Ketua STIKES Ibnu Sina Batam. 

 

Ketua IDAI Kepri Dr. Erman SpA menghimbau agar masyarakat tidak terkecoh dengan iklan dan promosi sejumlah produk makanan dan minuman yang diiklankan di televisi, terutama susu kental manis. “Didalam susu kental manis, hanya terdapat glukosa saja yang mendominasi sehingga tidak boleh dikonsumsi oleh bayi/anak,” jelas Dr. Erman

 

Survey tentang susu kental manis ini merupakan kerjasama STIKES Ibnu Sina dengan Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI). 

 

Ketua Pengurus Harian YAICI, Arif Hidayat mengatakan bahwa saat ini pihaknya bersama sejumlah lembaga lain yang peduli dengan persoalan gizi buruk mendesak Kementerian Kesehatan dan BPOM melalui DPR untuk memberi perhatian lebih terhadap polemik susu kental manis.

 

“Susu kental manis seharusnya produk yang dipasarkan untuk topping makanan dan bahan pembuat kue. Dengan adanya temuan balita mengkonsumsi SKM, maka pemerintah harus tegas dan mengawasi penggunaannya di masyarakat,” kata Arif Hidayat. (*) 

BERITA LAINNYA

Tanpa Salah Liverpool Akui Keperkasaan Madrid 3-1

Jelang Final Liga Champions, Suporter Liverpool Diserang

Rilis 200 Ulama, Bukti Diskriminasi Rezim Jokowi Pada Umat Islam

Waspadai Proxy War dalam Agenda 200 Daftar Mubalig

Stabilkan Harga Beras, Kepri Butuh Tambahan Kuota Impor

Gempa Tektonik Guncang Gunung Salak Bogor

TKA Cina Serbu Indonesia, Kita Kerja Apa ?

Investor Cina Hanya Sisakan Kotoran Untuk Indonesia

SBY : InsyaAllah 2019 Ada Presiden Baru

Dewan Pers Minta Pers Jangan Asal Comot Isi Khutbah