Home » Ekonomi » Rupiah Bergerak Menuju 15 Ribu Per Dolar
Minggu, 20 Mei 2018 - 06:15 WIB

Rupiah Bergerak Menuju 15 Ribu Per Dolar

Rupiah Bergerak Menuju 15 Ribu Per Dolar Yahudi sejauh ini sukses merusak tatanan ekonomi Islam dengan menukar uang emas atau dinar dengan uang kertas. Akibatnya ekonomi Islam hancur ke dasar jurang. ilustrasi net

 

 

JAKARTA – Kendati BI telah menaikan suku bunga acuan (7 Days Reverse Repo Rate/7DRRR) menjadi 4,5 persen, nilai tukar atau kurs rupiah justru kian terjerembab hingga menyentuh Rp14.124 per dolar AS. Diprediksi akan melewati Rp15 ribu. 

 

Padahal, pada pembukaan perdagangan pagi hari ini, rupiah masih berhasil menguat tipis sebanyak 0,04 persen atau 5 poin dari Rp14.058 per dolar AS pada penutupan kemarin.

 

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada melihat bahwa pergerakan rupiah hari ini masih akan berada di kisaran Rp14 ribu per dolar AS, meski ada sentimen positif dari kenaikan suku bunga acuan BI sebanyak 25 basis poin menjadi 4,5 persen.

 

Menurutnya, hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI hanya akan mengangkat rupiah secara sesaat karena terpenuhinya ekspektasi pasar. Namun, dengan sentimen lain yang datang dari meningkatnya utang pemerintah mencapai Rp4.180 triliun per April 2018, maka pergerakan rupiah diproyeksi hanya menguat tipis pada akhir perdagangan hari ini.

 

“Hal ini (data utang) dapat menjadi penghalang kenaikan (rupiah) tersebut. Rupiah diestimasikan akan bergerak dengan kisaran support Rp14.055 dan resistance Rp14.039 per dolar AS,” ujar Reza. (man/cnn). 

BERITA LAINNYA

H-1 Lebaran, Daging Sapi Segar di Batam Tembus Rp 160 Ribu Perkilo

Minyak Mentah Dunia Anjlok, BBM Indonesia Tak Turun

Lebaran Nyaman Dengan Bengkel Siaga Indomobil Batam

Indomobil Batam Berbagi Kebahagiaan Bersama Yatim Piatu

Pemko Batam Prioritaskan Fly Over Simpang Kabil

Beli All New Ertiga di Batam Dapat Potongan Rp 10 Juta

All New Ertiga Siap Mengaspal di Batam

Tips Beli Mobil Seken Untuk Lebaran

Dollar Meroket Hingga Rp14.098, Jokowi Gagal Total

Stabilkan Harga Beras, Kepri Butuh Tambahan Kuota Impor