Home » Hukum » RIP Penegakan Hukum Rezim Jokowi: Ahok Cuma Dituntut Pidana Percobaan
Thursday, 20 April 2017 - 13:00 WIB

RIP Penegakan Hukum Rezim Jokowi: Ahok Cuma Dituntut Pidana Percobaan

RIP Penegakan Hukum Rezim Jokowi: Ahok Cuma Dituntut Pidana Percobaan Ahok si Penista Agama Islam

JAKARTA – Umat Islam benar-benar diludahi dan dilecehkan oleh rezim Jokowi. Melalui Ketua jaksa penuntut umum (JPU) Ali Mukartono, terdakwa penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hanya dituntut pidana satu tahun dengan masa percobaan dua tahun.

 

Artinya, Ahok tersebut tidak akan masuk bui bila selama dua tahun percobaan dirinya tidak melakukan tindakan pidana.

 

“Dengan adanya tuntutan pidana penjara 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun, itu artinya Ahok tidak akan menjalankan pidananya di penjara, melainkan hanya wajib lapor saja selama 2 tahun. Tidak hanya itu, tuntutan Pasal 156 KUHP yang ancaman pidananya 4 tahun akan dijadikan dalih Kemendagri untuk tidak memberhentikan Ahok”, ungkap Koordinator Persidangan GNPF MUI ini.

 

Lebih lanjut ia membandingkan tuntutan pidana yang ditujukan kepada para pelaku penistaan agama yang sudah diadili dan dijatuhi pidana, dimana semuanya dituntut dan dipidana penjara.

 

Nasrulloh mencontohkan kasus-kasus penistaan agama yang sudah divonis pidana penjara oleh pengadilan antara lain kasus Tajul Muluk alias H. Ali Murtadha divonis 4 tahun penjara oleh pengadilan negeri Sampang tahun 2012, kasus Sebastian Joe divonis 5 tahun penjara oleh Mahkamah Agung tahun 2013, kasus Antonius Richmond Bawengan divonis 5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Tumenggung tahun 2011, kasus Arswendo Atmowiloto divonis 5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tahun 1991, dan kasus Rusgiani divonis 1 tahun 2 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Denpasar tahun 2013.

 

Ia mempertanyakan tuntutan sangat ringan JPU kepada Ahok yang dinilainya bertentangan dengan keadilan masyarakat, khususnya umat Islam yang sudah tersakiti dan terhina dengan ucapan Ahok.

 

“Tuntutan pidana kepada Ahok sangat ringan dan mencederai keadilan masyarakat. Kita tinggal berharap kepada Majelis Hakim untuk berani memutus pidana penjara maksimal 5 tahun dengan mengesampingkan Asas Ultra Petita atas nama keadilan masyarakat”, pungkasnya.

 

 

BERITA LAINNYA

Kak Emma : Habib Rizieq Penghambat Gerakan Komunis di Indonesia

Habib Rizieq Serang Balik Kriminalisasi Yang Dilakukan Rezim Jokowi

Penegakan Hukum Rezim Jokowi Makin Diskriminasi Terhadap Umat Islam

Yusril: Vonis Ahok Sangat Ringan

Ahok Langsung Dijebloskan ke Rutan Cipinang

Vonis 2 Tahun Terhadap Ahok Dinilai Penuhi Rasa Keadilan Umat Islam

Penyidik KPK Disiram Air Keras, Bukti Nyata Matinya Penegakan Hukum Rezim Jokowi

Pemko Batam Segel Gelper Stella Indah Zone dan Tiga Warnet di Batuaji

BP Batam Dituding ‘Bermain’ dengan Mafia Rokok FTZ

Bapedal Batam Bekukan 11 Pengembang Nakal