Home » Politik » Rakernas Adeksi Resmi Dibuka di Kota Batam
Selasa, 6 Maret 2018 - 14:04 WIB

Rakernas Adeksi Resmi Dibuka di Kota Batam

Rakernas Adeksi Resmi Dibuka di Kota Batam Sumarsono

 

 

BATAM – Acara Rapat Kerja Nasional III Asosiasi DPRD kota seluruh Indonesia (ADEKSI) resmi dibuka Ditjen Otonomi Daerah Sumarsono di Hotel Swiss Belhotel, Harourbay, Batam, Kepulauan Riau, 5-8 Maret 2018.

 

Adeksi tahun ini mengusung tema “DPRD di tahun politik 2018 : politik edukasi, bukan Provokasi” dengan diikuti sekitar 40 Kota dan dihadiri anggota dewan sebayak 400 orang dan sejumlah staf dewan kota.

 

Dalam kesempatan ini Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sumarsono dalam petikan sambutan yang disampaikannya menegaskan, untuk seluruh peserta rapat agar kiranya tidak melakukan Budaya Bisu dalam menjabat sebagai wakil rakyat.

 

Sumarsono banyak yang bicara tapi tidak paham dengan masalah, dan banyak yang diam tapi paham pokok masalahnya. Dirinya pun berharap kepada seluruh DPRD kota seluruh Indonesia untuk bicara, dan berikan penjelasan kepada publik.

 

“Bicaralah dan beri penjelasan kepada publik, kepala anda adalah aspirasi rakyat, dan jadilah penyambung aspirasi rakyat”, ucapnya disambut riuh para peserta rapat. 

 

Sumarsono menambahkan untuk tahun politik 2018 dirinya menghimbau untuk tetap netral dalam berpolitik dan tetap menjadi anggota DPRD yang berpolitik Edukasi dan bukan politik provokasi.

 

“Intinya, demokrasi di indonesia tidak akan pernah kuat tanpa kehadiran partai politik.” ujarnya. (tya/gmn) 

 

 

BERITA LAINNYA

Jokowi Bakal Keok, Caleg Golkar Ramai-ramai Merapat ke Prabowo

Dapat Nomor Urut 2, Pendukung Prabowo-Sandi Langsung Sujud Syukur

Sah, Kwik Kian Gie Dukung Prabowo-Sandi

Di Kota Solo Jokowi Mulai Tidak Dipercaya Rakyat

Ini Alasan Pembahasan APBD-P Batam Tertunda

Begini Tahapan Pembahasan Perda APBD-P Batam 2018

Aturan Drop Out Parkir Batam Masih Tuai Pro Kontra

DPRD Batam Tunda Penandatangan Perda APBD-P 2018

DPRD Batam Minta Gubernur Perpanjang Program Pemutihan Pajak Ranmor

Mengapa BIN Disebut Intel Melayu