Home » Opini » Pungli Pecah PL Gentayangan di BP Batam
Wednesday, 2 November 2016 - 17:38 WIB

Pungli Pecah PL Gentayangan di BP Batam

Pungli Pecah PL Gentayangan di BP Batam Pungli merajalela di Kota Batam. Foto: Ilustrasi

 

 

BATAM – Tidak saja didera kasus penolakan Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO), BP Batam juga diduga dijadikan sarang pungli utamanya pengurusan Pecah Lahan (PL).

 

Hampir seluruh pemilik rumah yang ingin mengurus sertifikat dihadapkan pada persoalan PL yang harus dipecah dari developer.

 

Tentu hal ini menjadi sangat tidak nyaman pasalnya warga harus mengeluarkan ekstra dana saat berurusan dengan BP Batam.

 

Tidak tanggung-tanggung dalam setiap satu urusan pecah PL, masyarakat Batam harus mengeluarkan uang minimal Rp 3-5 juta sebagai pelicin. Bahkan nilainya bisa lebih dari itu apabila luas tanah cukup luas.

 

Tantangan bagi warga saat berhadapan dengan birokrasi di bagian pertanahan BP Batam sangat berat. Tidak jarang mereka terpaksa menggunakan jasa dari developer yang memang diduga telah bekerjasama dengan oknum BP Batam.

 

Menggunakan jasa tersebut tentu butuh pengeluaran lebih dari upaya sendiri. Namun bagi masyarakat yang tak ingin ribet dan butuh cepat kepastian sertifikatnya, langkah itu pilihan terpaksa.

 

Namun celakanya hingga kini aparat kepolisian terkesan tebang pilih dalam pemberantasan pungli di Batam. Presiden Jokowi didesak untuk segera menangkap pelaku pungli di bagian pertanahan BP Batam.

 

Hingga opini ini diunggah, BP Batam belum dapat dikonfirmasi.

 

Kiriman: Irwanto, Warga Tiban.

BERITA LAINNYA

Melihat Sudut Lain Dampak Rokok Sebagai Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Utilitarianisme Kebijakakan Penetepan Tarif Online

Kacamata Etika Bisnis Memandang Kondisi Pasar pada Bulan Ramadan

Lapangan Kerja Sempit, Gepeng dan Anjal Menjamur di Batam

Mendidik Itu Jeruji Besi Yang Berubah Jadi Rumah Pribadi

Belajar Membangun Ekonomi Negara dari Jepang

Perlukah Tax Amnesty?

Corporate Bond = Sinyal Positif bagi Investor?

Kemana Aja Sih…Baru Turun Gunung?

Kalah Setrum Listrik Batam