Home » Nasional » Papa Nov Kembali Tersangka Korupsi KTPel
Selasa, 7 November 2017 - 00:05 WIB

Papa Nov Kembali Tersangka Korupsi KTPel

Papa Nov Kembali Tersangka Korupsi KTPel Setya Novanto tersangka e-KTP

 

 
JAKARTA – Ketua DPR Setya Novanto kembali jadi tersangka kasus e-KTP. KPK memulai penyidikan pada Papa Nov julukan Setya Novanto per 31 Oktober.

 

Penetapan ini terkonfirmasi dalam surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) yang beredar di kalangan wartawan. Seorang pejabat di KPK membenarkan soal surat ini.

 

“Dengan ini diberitahukan bahwa pada hari Selasa, tanggal 31 Oktober, telah dimulai penyidikan perkara tindak pidana korupsi dalam pengadaan paket penerapan kartu tanda penduduk berbasis nomor induk kependudukan secara nasional (KTP elektronik) tahun 2011 sampai dengan 2012 pada Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia yang diduga dilakukan oleh Setya Novanto,” demikian penggalan SPDP yang beredar seperti dikutip detikcom, Senin (6/11/2017).

 

“Bersama-sama dengan Anang Sugiana Sudihardjo, Andi Agustius alias Andi Narogong, Irman selaku Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan Ir Sugiharto, MM selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dan kawan-kawan,” sambungan penggalan SPDP tersebut.

 

Sekjen Golkar Idrus Marham sudah ditanya soal status tersangka baru ini. Dia mengaku belum tahu-menahu.

 

“Saya nggak bisa menanggapi kalau saya belum tahu. Saya ndak bisa. Saya ndak menanggapi, saya ndak memahami itu, tetapi kalau ada proses-proses seperti itu, kita hargai proses itu, tapi saya belum tahu sampai sekarang,” ujar Idrus di DPR. (man)

BERITA LAINNYA

Klaim Caplok Saham Freeport, Rezim Jokowi Diduga Bohongi Rakyat

Dukung Penista Agama, GNPF Ulama Coret TGB dari Daftar

Amien : Jokowi Terapkan Ekonomi dan Intelijen Dajjal

Lava Pijar Gunung Agung Capai 2 Kilometer

SBY : Polri, BIN, TNI Netral Lah

Rezim Jokowi Anggap Nyawa Rakyat Hanya Untuk Bahan Pelajaran

Komnas HAM Kutuk Penistaan Rezim Jokowi Pada Wartawan

H-5 Lebaran 2018, Lonjakan Pemudik di Bandara Hang Nadim Meningkat

Waspadai Agenda Setting Istilah “Masjid Radikal”

Dana THR dan Gaji ke-13 PNS Ternyata Diambil dari APBD