Home » Dunia » Mengintip Semarak Kartini Buruh di Negeri Singa
Tuesday, 25 April 2017 - 16:13 WIB

Mengintip Semarak Kartini Buruh di Negeri Singa

Mengintip Semarak Kartini Buruh di Negeri Singa Buruh migran Indonesia (TKW) di Singapura menggelar lomba Kartini

 

 

SINGAPURA – Menyemarakkan hari Kartini, ratusan buruh migran Indonesia (TKW) di Singapura menggelar lomba menyanyi dan fashion show. Mereka mengaku bangga menjadi perempuan yang terlahir di bumi pertiwi.

 

Sebelum mengikuti perlombaan, puluhan TKW tersebut terlebih dahulu bersolek dan berdandan untuk mempercantik diri masing-masing.

 

Dari 79 peserta yang mengikuti acara, 33 diantaranya mengikuti lomba menyanyi lagu dangdut dan pop asli Indonesia.

 

Sedikitnya ada 15 judul lagu yang diperlombakan. Namun sepertinya lagu yang paling digemari oleh peserta adalah berjudul Indah Pada Waktunya.

 

Citra Wati, Panitia Penyelenggara mengatakan, kegiatan tersebut rutin digelar setiap tahunnya.

 

“Tujuannya untuk memupuk rasa percaya diri kepada rekan-rekan,” kata Citra, Senin (25/4/2017).

 

Sementara untuk perlombaan busana Kartini, diikuti oleh 46 peserta. Para peserta terlihat anggun dengan balutan busana tradisional jawa. Mereka berlenggak lenggok di catwalk dengan gaya naturalnya.

 

“Rasanya senang banget bisa juara 1 lomba fashion show Kartini. Tahun lalu saya cuma juara foto genic,” kata Susi Rahmawati.

 

Acara tersebut mendapat dukungan antusias dari warga Indonesia yang sudah lama menetap di Singapura. Mulai dari hadiah hingga tata rias. (alfie)

BERITA LAINNYA

Klaim Amerika Atas Yerusalem Picu Perang Dunia III

Terbukti Bantai Muslim Rohingya, Oxford Lucuti Penghargaan Suu Kyi

Negara-negara Arab Siap Gempur Iran

Katalunya Ancam Berpisah dari Spanyol

Israel-Amerika Diduga Kuat Otaki Penyerangan Istana Raja Saudi

Pernyataan Panglima Soal Isu Impor Senjata Ternyata Benar

Halimah Yacob Bakal Jadi Presiden Muslim Kedua di Singapura

Cina di Balik Genosida Etnis Rohingya?

Dukung LGBT, Starbucks Dinilai Rusak Moralitas Bangsa Indonesia

Rezim Jokowi Kriminalisasi Ulama, Presiden Turki Murka