Home » Nasional » Lecehkan Agama Islam, Sukmawati Tergolong Kafir
Selasa, 3 April 2018 - 14:37 WIB

Lecehkan Agama Islam, Sukmawati Tergolong Kafir

Lecehkan Agama Islam, Sukmawati Tergolong Kafir

JAKARTA – Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat, KH Cholil Nafis menilai puisi yang ditulis Putri Proklamator Bung Karno, Sukmawati jelas berbau Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA).

 

Dalam puisi tersebut, Sukmawati menyinggung bahwa ia tak mengerti tentang syariat Islam. Karena itu, menurut Kiai Cholil, seorang yang bangga dirinya tidak mengerti tentang syariat Islam adalah suatu kecelakaan. Sukmawati boleh disebut telah keluar dari ajaran Islam alias kafir.

 

“Tak mengerti syariat Islam bagi pemula itu keniscayan, tapi bangga dengan tak paham syariah bagi muslimah adalah ‘kecelakan’. Syariah itu sumber ajaran Islam yang wajib diketahui oleh pemeluknya. Syariah itu original dari Allah SWT,” ujar Kiai Cholil.

 

Dalam pusinya, Sukmawati juga mengungkapkan bahwa sari konde ibu Indonesia sangatlah indah dan lebih cantik dari cadar. Padahal, menurut Kiai Cholil, cadar itu produk fikih dari ijtihad ulama yang meyakini sebagai syariah berdasarkan dalil Alqur’an Surat an-Nur ayat 31, khususnya menurut pendapat Ibnu Mas’ud.

 

“Walaupun ulama yang tak mewajibkan cadar, namun tak soal keindahan semata karena juga soal kepatuhan kepada Allah SWT,” ucapnya.

 

Tidak hanya soal cadar, Sukmawati dalam puisinya juga menyinggung soal azan. Kiai Cholil pun menjelaskan bahwa azan itu syi’ar Islam untuk memberitahu dan memangil untuk mendirikan shalat. “Azan bukan sekadar soal merdu suara muazinnya dikuping, tapi bagi muslim Azan itu menembus hati karena berisi keaguangan Allah, syahadat dan ajakan untuk meraih kebahagiaan,” kata Pengasuh Ponpes Cendikia Amanah Depok ini.

 

Kiai Cholil menambahkan, nusantara sangat kaya akan budaya dan nilai, sehingga menilai keindahan tidak boleh merendahkan yang lain. Menurut dia, tak elok jika seorang putri pendiri bangsa menyinggung yang lain untuk membangun kerukunan umat beragama.

 

“Cadar dan azan menyangkut keyakinan bukan soal keindahan, meskipun keduanya itu tak saling bertentangan. Tak layak membandingkan sesuatu yang memang tidak untuk dibandingkan apalagi wilayah subjektif individu dan pelantunnya. Mana kebinekaannya itu yang didengungkan,” ungkap Kiai asal Madura ini.

 

sumber: republika.co.id

BERITA LAINNYA

Sering Konsumsi SKM, Balita di Batam Alami Gizi Buruk

Dewan Pers Minta Pers Jangan Asal Comot Isi Khutbah

Ustadz Somad : Jangan Nilai Orang dari Kulitnya

Sukmawati Harus Cabut Konten Puisi “Ibu Indonesia”

Jodhi Yudhono Lantik Pengurus IWO Ternate

27 Merek Ikan Sarden Bercacing Berasal dari Perairan Cina

Era Jokowi, Premium Dibatasi Pertalite Dinaikkan

Sulit Cari Wapres, Koalisi Islam Siap Benamkan Jokowi

Jelang Pilpres 2019, Habib Rizieq Imbau Umat Islam Pilih Partai Ini

Innalillahi, Jamu IMF Indonesia Gelontorkan 810 Miliar