Home » Cahaya Ilahi » Keluarkan 9 Seruan Ceramah di Masjid, Indonesia Kembali ke Era PKI
Tuesday, 2 May 2017 - 14:11 WIB

Keluarkan 9 Seruan Ceramah di Masjid, Indonesia Kembali ke Era PKI

Keluarkan 9 Seruan Ceramah di Masjid, Indonesia Kembali ke Era PKI Ketua MUI Ma'ruf Amin. net

 

 
JAKARTA – Indonesia benar-benar telah mengarah kepada era Partai Komunis Indonesia (PKI). Hal ini diwujudkan dengan dikeluarkannya sembilan seruan Kemenag RI perihal ceramah di masjid-masjid.

 

Kontan saja hal ini membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) meradang. Sejatinya MUI sangat mendukung seruan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin itu, namun sangat disayangkan sembilan seruan itu tidak ada tekanan tentang pentingnya keimanan.

 

“Namun sayang dalam sembilan seruan itu tidak menekankan tentang pentingnya keimanan dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa,” kata Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhammad Cholil Nafis, seperti dilansir laman republika.co.id, Senin (1/5/2017).

 

Padahal, menurut dia, jika ceramah ditujukan untuk meningkatkan keimanan dan kesalehan, maka rumah ibadah akan berfungsi sebagai agen perubahan dan peradaban Islam. Karena itu, ia meminta agar Kemenag tidak berhenti pada sebatas seruan itu saja.

 

“Selayaknya pemerintah tidak berhenti sampai pada seruan saja tetapi harusnya ada regulasi dan sanksi bagi yang tidak patuh pada peraturan berbangsa dan bernegara,” kata Ketua Program Studi Kajian Timur Tengah dan Islam Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) tersebut.

 

Seperti diketahui, sebelumnya Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan seruan terkait ceramah di rumah ibadah. Seruan ini disampaikan Menag di Kantor Kemenag Jalan MH Thamrin nomor 6, Jakarta, Jumat (28/04) lalu.

 

Seruan tersebut disampaikan dalam rangka menjaga persatuan dan meningkatkan produktivitas bangsa, merawat kerukunan umat beragama, dan memelihara kesucian tempat ibadah. Seruan yang ditandatangani Menag itu juga diharapkan agar diperhatikan, dimengerti, dan diindahkan oleh para penceramah agama, pengelola rumah ibadah, dan segenap masyarakat umat beragama di Indonesia.

 

Anehnya, Kemenag tidak menyerukan hal serupa kepada rumah ibadah agama lain, soal ceramah di rumah ibadah yang harus disampaikan oleh ahli agama, sehingga tidak ada ujaran kebencian. (wan)

BERITA LAINNYA

Mengapa Zalim Diharamkan, Begini Kata Quran dan Hadist Rasulullah

Kabupaten Karimun Juara Umum STQ Kepri 2017

JPU Masuk Angin, Umat Islam Banten Siap Turun #AksiSimpatik55

Pemko Batam Siap Sambut Peserta STQ Kepri

Ulama GNPF Sujud Syukur, Sambut Kemenangan Umat Muslim atas Si Penista Agama

Catat, Ini Jadwal dan Masjid Safari Dakwah Wasekjen MUI Pusat di Kota Batam

Di Iklan Sebut Ganyang Cina, Ahok Kembali Nistakan Umat Islam

GNPF: Gagal di Pilgub Babel Jadi Alasan Ahok Menista Al Maidah 51

Zakir Naik: Pilih Pemimpin Muslim Lebih Baik

Ini Alasan Umat Islam Gelar #Aksi313