Home » Hukum » Kasus Kematian Dua Anak di Monas Dinilai Janggal
Rabu, 2 Mei 2018 - 02:01 WIB

Kasus Kematian Dua Anak di Monas Dinilai Janggal

Kasus Kematian Dua Anak di Monas Dinilai Janggal

 

JAKARTA – Ada yang aneh dalam kasus tewasnya dua anak dalam acara bagi-bagi sembako di Monas. Hal tersebut diungkapkan Kuasa hukum keluarga korban Rizki (10 tahun), Muhammad Fayyadh.

 

Sebelumnya Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan korban meninggal karena dehidrasi dan panas tinggi.

 

“Makanya kami bingung, kenapa polisi bisa memberi keterangan seperti itu,” kata kuasa hukum Muhammad Fayyadh di rumah korban rt 12/ rw 13 Pademangan Barat, Jakarta Utara, Selasa (1/5).

 

Ia mengatakan, keluarga tidak mengetahui penyebab meninggalnya korban. Sebab, pihak rumah sakit tidak mengisi penyebab korban meninggal dalam surat keterangan.

 

Namun, ia memastikan korban berangkat dalam kondisi sehat walafiat. Selain itu, sebelum berangkat, ibu korban, Komariah dan korban sempat sarapan nasi uduk.

 

Selain tak mengisi penyebab korban meninggal, ia mengatakan, proses pengeluaran jenazah sempat mengalami kendala administrasi. Korban masuk sebagai pasien BPJS Kesehatan. Dengan demikian, saat keluar harus mengurus di konter BPJS Kesehatan.

 

“Ia berharap kepolisian bersikap profesional menangani perkara yang menimpa keluarga Komariah. harapannya ada penanganan serius dari polisi,” ujar dia.

 

sumber: republika

BERITA LAINNYA

Utusan Presiden Kecam Aksi Represif Polisi Pada Mahasiswa

Mabes Polri Tunggu Hasil Penyelidikan Kasus HMI Bengkulu

PB HMI Laporkan Polisi ke Komnas HAM

Prabowo Capres Pilihan Ulama Tandatangani Pakta Integritas

Waktu Terlalu Mepet, Sidang Tuntutan Tjipta Ditunda

Ahli Akuntansi: Tanpa Laporan Keuangan Nilai Aset Belum Bisa Ditetapkan

Saksi Mengaku Beli Satu Unit Apartemen pada Conti Senilai 190 Ribu Sing Dolar

Tjipta Mengaku Transfer Uang Pada Conti Sebesar Rp40 M

Pemko Batam Relokasi 86 Pedagang Pasar Induk

Persekusi Lawan Politik, Jokowi Bawa Indonesia ke Era Otorianisme