Home » Cahaya Ilahi » Jelang Reuni 212 di Monas, Waspada Adu Domba Media Sekuler
Saturday, 25 November 2017 - 00:05 WIB

Jelang Reuni 212 di Monas, Waspada Adu Domba Media Sekuler

Jelang Reuni 212 di Monas, Waspada Adu Domba Media Sekuler Persatuan dan persaudaraan umat Islam Indonesia membuat bingung kafir

 

 

JAKARTA – Reuni 212 atau lebih dikenal Aksi Bela Islam 212 diperkirakan akan dihadiri jutaan umat Islam dari seluruh pelosok Nusantara pada 2 Desember 2017 mendatang.

 

Rencana ini membuat rezim Jokowi yang menjadi pendukung dan pembela utama terpidana penista agama Islam (Ahok) kalang kabut. Sedikitnya 85 ribu polisi akan dikerahkan.

 

Bahkan sejumlah media sekuler anti Islam sekaligus corong rezim Jokowi berlomba-lomba menurunkan liputannya yang menjurus adu-domba untuk menjatuhkan mental dan semangat umat Islam yang telah menemukan izzahnya (kemenangannya).

 

Media-media sekuler pro rezim Jokowi yang selama ini juga dikenal sebagai corong Ahok tersebut ujug-ujug menyoroti rencana ketidakhadiran Ketum PP Muhammadiyah Haedar Naser.

 

Padahal selama perhelatan Aksi Bela Islam I hingga III pada tahun lalu, meski Ketum PP Muhammadiyah tersebut tidak pernah hadir namun aksi umat kala itu tetap berjalan bahkan dihadiri 7 juta lebih umat Islam.

 

Berkaca dari pemberitaan media corong tersebut, jelas ini bagian upaya pecah-belah umat Islam. Oleh karenanya kaum muslimin tidak terpengaruh dan menjadikan ikhtibar pelajaran mana kawan mana lawan.

 

Di tataran bawah, Reuni 212 sebagai upaya mempererat persatuan umat dengan spirit persatuan Islam, InsyaAllah akan tetap berjalan. Seperti yang diutarakan juru bicara Jamaah Ansharusy Syariah, Ustaz Abdul Rochim Ba’asyir. Menurutnya acara reuni 212 mendatang diharapkan menjadi momen umat Islam untuk merebut kembali kedaulatannya.

 

“Reuni 212 adalah momentum besar kaum muslimin untuk membangkitkan kembali semangat ukhuwah Islamiyah umat Islam dan memperjuangkan kedaulatan kaum muslimin,” katanya kepada Jurnalislam.com di Solo, Kamis (23/11/2017).

 

Ia menegaskan, umat Islam lah yang telah memerdekakan negeri ini. Untuk itu, kata dia, umat Islam harus merebut kembali kedaulatannya dari tangan-tangan perusak yang saat ini bercokol di tampuk kekuasaan.

 

“Jika umat Islam tidak memimpin negeri ini maka yang memimpin adalah orang-orang bejat yang hanya memanfaatkan suara umat Islam untuk kemudian berbuat kerusakan di negeri ini,” tegasnya.

 

Selain itu, ustaz Iim, sapaannya, berharap reuni 212 dapat menjadi momentum untuk membangkitkan ekonomi umat. Ia mengaku miris dengan potensi besar ekonomi umat Islam yang hanya dimanfaatkan oleh kepentingan ekonomi non-muslim.

 

“Untuk itu, sudah saatnya kita bangkit merebut kembali kedaulatan kaum muslimin,” ujarnya.

 

Lebih jauh, putra ulama sepuh, Ustaz Abu Bakar Baasyir ini menjelaskan, reuni 212 adalah salah satu syiar umat Islam yang sangat membanggakan. Ia berharap, kegiatan ini berlangsung setiap tahun guna menjaga semangat kebersamaan umat dalam rangka membangun Indonesia yang penuh barokah.

 

“Semoga ini menjadi momentum tahunan yang akan menyalakan semangat ukhuwah kaum muslimin. Sampai bertemu di Monas Insya Allah,” tutupnya. (wan/jurnalislam)

BERITA LAINNYA

Ormas Intoleran di Bali Persekusi Ustadz Abdul Somad

Viral…! Abu Janda ‘Tong Kosong’ Lecehkan Hadist Rasul

Redam Izzah Islam Indonesia, Kaum Kafir Gencarkan Devide et Impera

Bentengi Generasi Muda Batam dengan Quran

Berdoa Jangan Selalu Minta Hal Duniawi

Ini Amalan Yang Dianjurkan Rasulullah Saat Tahun Baru Islam

Astaghfirullah, Rezim Jokowi Sebut Setiap Warga Indonesia Boleh Tak Bertuhan

Kiat Mendidik Anak Menjadi Orang Sukses

Lebaran Haji Jatuh Pada 1 September 2017

Ini Jadwal dan Tempat Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad di Kota Batam