Home » Dunia » Israel-Amerika Diduga Kuat Otaki Penyerangan Istana Raja Saudi
Sunday, 8 October 2017 - 22:50 WIB

Israel-Amerika Diduga Kuat Otaki Penyerangan Istana Raja Saudi

Israel-Amerika Diduga Kuat Otaki Penyerangan Istana Raja Saudi Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud

 

 

JEDDAH - Sekretariat Jenderal Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mengecam keras serangan di dekat istana Al Salam di Jeddah, Arab Saudi yang menewaskan dua petugas keamanan dan melukai beberapa lainnya.

 

 

Sekretaris Jenderal OKI, Yousef al-Othaimeen dalam sebuah pernyataan, mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban, dan mendoakan kepada mereka yang terluka untuk segera sembuh.

 

 

“Dia (Othaimeen ) menegaskan kembali solidaritas OKI dengan  Arab Saudi dalam melawan terorisme yang berusaha mengacaukan Saudi, dan merongrong keamanannya, dan menyuarakan dukungan untuk semua tindakan yang diambil oleh Saudi untuk menghadapi rencana kelompok, dan organisasi teroris, membela keamanan negara tersebut. dan menjaga keamanan warganya,” bunyi pernyataan OKI, seperti dilansir Bernama pada Minggu (8/10).

 

 

Sebelumnya diwartakan, Seorang pria bersenjata menyerang istana Kerajaan Arab Saudi di Jeddah. Pelaku menembak mati dua penjaga istana saat mencoba masuk melalui gerbang istana. Tiga penjaga lainnya terluka akibat serangan pria bersenjata tersebut. Serangan digagalkan oleh pasukan kerajaan dengan menembak mati pelaku serangan.

 

 

Menurut kementerian tersebut, pelaku serangan diidentifikasi bernama Mansour al-Amri, 28, seorang warga Saudi.

 

 

Serangan dimulai di sebuah pos pemeriksaan di dekat gerbang barat Istana Al-Salam atau Peace Palace di Jeddah. Istana itu merupakan tempat keluarga kerajaan melakukan bisnis resmi selama musim panas.

 

 

Dugaan kuat Israel dan Amerika Serikat mendalangi penyerangan tersebut. Menyusul Raja Saudi Salman berada di Rusia saat serangan terjadi. Dia dan rombongannya melakukan kunjungan bersejarah empat hari ke Rusia. Hal ini menimbulkan spekulasi jika dua negeri penjajah tersebut iri dengan Rusia.

 

 

Pernyataan kementerian tersebut tidak menjelaskan posisi keberadaan putra Raja Salman, Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Namun, laporan media setempat baru-baru ini menyatakan bahwa Pangeran Mohammed ditempatkan di Jeddah.

 

 

sumber:sindonews.com

BERITA LAINNYA

Katalunya Ancam Berpisah dari Spanyol

Pernyataan Panglima Soal Isu Impor Senjata Ternyata Benar

Halimah Yacob Bakal Jadi Presiden Muslim Kedua di Singapura

Cina di Balik Genosida Etnis Rohingya?

Dukung LGBT, Starbucks Dinilai Rusak Moralitas Bangsa Indonesia

Rezim Jokowi Kriminalisasi Ulama, Presiden Turki Murka

Terbukti, Syiah Iran Ingin Basmi Umat Islam

Mengintip Semarak Kartini Buruh di Negeri Singa

Erdogan Menang Referendum, Negeri Barat dan Israel Makin Stres

Negara Uni Eropa Cemaskan Kebangkitan Turki