Home » Nasional » Investor Cina Hanya Sisakan Kotoran Untuk Indonesia
Minggu, 29 April 2018 - 00:02 WIB

Investor Cina Hanya Sisakan Kotoran Untuk Indonesia

Investor Cina Hanya Sisakan Kotoran Untuk Indonesia Tenaga kerja asing asal Cina di PT CCCI Sagulung Batam terlihat berbincang-bincang.

 

JAKARTA – Tenaga Kerja Asing (TKA) terutama pekerja dari Cina kian merajalela dan tak terkendali. Terlebih, setelah terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018.

 

Ketua DPP Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Muchtar Pakpahan mengatakan datangnya TKA Cina ke Indonesia tak membawa untung bagi Indonesia.

 

“Saya bilang tadi dia (Cina, red) hanya bawa modal, dia bawa manager, dia bawa buruh kasarnya lalu dia bawa produk, dia pulang bawa untung, kotorannya ditinggalkan,” ujar Muchtar, Sabtu (28/4/2019).

 

Muchtar Pakpahan juga menjelaskan, selama ini dirinya tak percaya data TKA yang masuk Indonesia.

 

“Saya sejak 78 jadi aktivis buruh tak pernah percaya data ketenakerjaan karena saya selalu dapatnya tak akurat. Yang selalu saya pakai adalah data ILO. Saya pernah pimpin ILO dua periode jadi tahu data lebih akurat daripada yang kita miliki,” imbuhnya.

 

“Kalau disebut ada usaha politisasi presiden, ya sudah lakukan politisasi. Kenapa diterbitkan perpres pada tahun politik? Lalu malah aneh kalau kami serikat buruh jadi diam karena ini menyangkut nasib kami. Yang menuduh itulah yang membuat ini jadi politik,” pungkas Muchtar. 

 

sumber: rmol

BERITA LAINNYA

SBY Dukung Penuh Pasangan Prabowo-Sandi

Putri TGB Terluka Akibat Gempa Susulan 6,2 SR

Tingkatkan Pelayanan Publik, BP Batam dan Ombudsman Siap Bangun Kemitraan

Korban Gempa Lombok Sudah 82 Orang, Ribuan Turis Terisolir di Gili Trawangan

Gempa 7 SR Guncang Lombok, Tsunami Capai Setengah Meter

BP Berharap Obor Asian Games Lintasi Batam

Begini Strategi BP Batam Hadapi Isu di Masyarakat

Umat Islam Dukung Koalisi SBY-Prabowo Selamatkan Indonesia dari Kebangkrutan

Pascadukung Jokowi, TGB Makin Nyinyir Pada Umat Islam

Klaim Caplok Saham Freeport, Rezim Jokowi Diduga Bohongi Rakyat