Home » Hukum » GNPF-MUI Kecam Fitnah Media Sekuler Soal Pembacokan Saksi Ahli IT ITB
Monday, 10 July 2017 - 17:26 WIB

GNPF-MUI Kecam Fitnah Media Sekuler Soal Pembacokan Saksi Ahli IT ITB

GNPF-MUI Kecam Fitnah Media Sekuler Soal Pembacokan Saksi Ahli IT ITB Ketua GNPF-MUI, Ustadz Bachtiar Nasir

 

 

JAKARTA – Ketua GNPF MUI Ustadz Bachtiar Nasir menyayangkan media sekuler (detik, metro, kompas, tribun) yang memframing pernyataan dirinya seolah-olah kasus pengeroyokan Hermansyah hanya terkait masalah senggolan mobil. Bachtiar juga mengaku tidak berani berspekulasi terkait penyebab pengeroyokan tersebut.

 

 

“Saya berkepentingan untuk meluruskan informasi dan berharap kepada masyarakat untuk menjauhi framing berita, yang bertujuan untuk mengadu domba umat,” katanya seperti dilansir belaquran, Senin (10/7/2017).

 

 

Mengenai penyebab pengeroyokan itu, Ustaz Bachtiar Nasir mengaku belum mendapatkan data yang cukup terkait kasus ini. Namun diberitakan bahwa dirinya menyatakan kasus tersebut tidak terkait dengan kesaksian Hermansyah dalam kasus chat Habib Rizieq dan Firza.

 

 

Ustaz Bachtiar Nasir menegaskan, dirinya tidak berani berspekulasi sampai ada informasi yang jelas berdasarkan fakta.

 

 

Diakuinya, dirinya telah mengunjungi Hermansyah ke RS Hermina. Saat itu ia mendapat informasi soal kronologi kejadian itu dari istri korban bernama Irina yang masih syok.

 

 

Dari keterangan Irina ini didapat informasi kalau Hermansyah dalam perjalanan pulang ke Depok dan mobil disenggol pengendara lain di bagian depannya.

 

 

Kemudian Hermansyah mengejar dan meminta agar pengendara mobil tersebut berhenti. Setelah berhenti Hermansyah diserang oleh orang tersebut.

 

 

Di belakang Hermansyah ternyata ada mobil sedan yang mengikuti. Lebih dari 5 orang merangsek dan membacok Hermansyah hingga luka parah dan bersimbah darah. Dari situ, istrinya membawa Hermansyah ke RS Hermina Depok. Mengenai motif, istri Hermansyah belum bisa menjawab.

 

 

“Semoga pernyataan sikap ini bisa meluruskan kekeliruan yang beredar di masyarakat, memberi ketentraman, dan memotivasi pihak kepolisian bekerja lebih ekstra,” katanya. (wan/gnpf/sdn)

BERITA LAINNYA

Aiptu Sapriyudin Terancam Dipecat

Pejuang Anti PKI Itu Bebas

Ancam Wartawan, IWO Kecam Tindakan Oknum Pansel Bawaslu Kepri

Ketua DPR Tersangka Korupsi e-KTP Senilai Rp 2,3 Triliun

Kak Emma : Habib Rizieq Penghambat Gerakan Komunis di Indonesia

Habib Rizieq Serang Balik Kriminalisasi Yang Dilakukan Rezim Jokowi

Penegakan Hukum Rezim Jokowi Makin Diskriminasi Terhadap Umat Islam

Yusril: Vonis Ahok Sangat Ringan

Ahok Langsung Dijebloskan ke Rutan Cipinang

Vonis 2 Tahun Terhadap Ahok Dinilai Penuhi Rasa Keadilan Umat Islam