Home » Politik » Gerakan Tagar #2019GantiPresiden Bikin Jokowi Kebakaran Jenggot
Senin, 9 April 2018 - 08:11 WIB

Gerakan Tagar #2019GantiPresiden Bikin Jokowi Kebakaran Jenggot

Gerakan Tagar #2019GantiPresiden Bikin Jokowi Kebakaran Jenggot Gerakan tagar #2019GantiPresiden menempati trending topik dengan 41 ribu tweet perdetik

JAKARTA – Meski Pilpres 2019 masih setahun lagi, namun suasananya mulai memanas. Mulai pidato viral Prabowo Subianto, dan manuverĀ  Luhut Binsar Panjaitan bertemu Ketum Gerindra.

 

Dan yang paling heboh pernyataan Jokowi yang kebakaran jenggot pada gerakan tagar #2019GantiPresiden. “Pakai kaos kok bisa ganti presiden, ya ndak bisa,” kata Jokowi pada relawannya, Sabtu lalu.

 

Kontan saja hestek #2019GantiPresiden di media sosial yang dipelopori kontra Jokowi kian booming. Masyarakat bahkan berlomba-lomba membuat desain kaos dan mug tagar #2019GantiPresiden.

 

Hal ini membuat kubu Jokowi kian terdesak. Sebab seorang presiden yang berapi-api menanggapi panas gerakan konstitusional #2019GantiPresiden.

 

“Ini blunder yang sangat besar dilakukan Jokowi. Masyarakat semakin yakin bahwa tagar #2019GantiPresinden dapat terwujud,” kata Mardani Ali Sera, Wasekjen PKS.

 

Kinerja dan janji seabrek Jokowi nyaris tidak terpenuhi. Di akhir periode jabatannya lanjut Mardani, Jokowi justru hanya bisa memulai pencitraan baru dengan bagi-bagi sertifikat tanah.

 

“Jabatan paling keren dan bergengsi saat ini adalah Ketua RT. Untuk membagikan KIS, KIP dan sembako saja mereka punya asisten khusus yang dipilih melalui pemilu 5 tahunan,” sindir netizen.(opp)

BERITA LAINNYA

Dapat Nomor Urut 2, Pendukung Prabowo-Sandi Langsung Sujud Syukur

Sah, Kwik Kian Gie Dukung Prabowo-Sandi

Di Kota Solo Jokowi Mulai Tidak Dipercaya Rakyat

Ini Alasan Pembahasan APBD-P Batam Tertunda

Begini Tahapan Pembahasan Perda APBD-P Batam 2018

Aturan Drop Out Parkir Batam Masih Tuai Pro Kontra

DPRD Batam Tunda Penandatangan Perda APBD-P 2018

DPRD Batam Minta Gubernur Perpanjang Program Pemutihan Pajak Ranmor

Mengapa BIN Disebut Intel Melayu

Peluang Menang Jokowi Kecil, Golkar Lebih Baik Cabut Dukungan