Home » Nasional » Dewan Pers Minta Pers Jangan Asal Comot Isi Khutbah
Minggu, 15 April 2018 - 09:21 WIB

Dewan Pers Minta Pers Jangan Asal Comot Isi Khutbah

Dewan Pers Minta Pers Jangan Asal Comot Isi Khutbah Ketua Umum IWO saat bertandang ke Dewan Pers

JAKARTA – Anggota Dewan Pers Jimmy Silalahi menyesalkan pola kerja kalangan pers yang tidak menghormati ranah private keagamaan. Semisal mencomot isi khutbah atau ceramah keagamaan dan langsung disajikan secara mentah sebagai berita.

 

“Kami dari Dewan Pers tidak menganjurkan apa disampaikan sebagai isi khutbah langsung dihadirkan menjadi berita oleh teman-teman pers,” ujar Jimmy saat menjadi pembicara dalam acara media gathering yang diselenggarakan Bawaslu RI di kawasan Sentul, Bogor, akhir pekan.

 

Jimmy mengatakan, apa pun yang terjadi, kalangan pers harus dapat menghormati substansi sebuah khutbah. Dia menilai, ceramah keagamaan sudah pasti sudah bersifat privat walaupun berlangsung di tempat terbuka, atau ada media serta alat pengeras suara yang membuat ceramah itu terdengar ke mana-mana.

 

“Kecuali kalau memang itu ceramah non-keagamaan dan disampaikan di depan publik,” ucap dia.

 

Dikatakan Jimmy, jika kalangan pers ingin mengutip sebuah ceramah keagamaan, maka materi atau isi ceramah keagamaan yang dianggap menarik, dapat diklarifikasi kepada penceramah dengan wawancara setelah ceramah usai serta mencari narasumber lain sebagai pembanding atau pelengkap.

 

“Prinsip jurnalistik 5W+ 1H harus diperdalam. Yang namanya isi khutbah, tidak pernah ada unsur 5W 1H, karena itu sepihak dari pengkhutbah, penceramah atau rohaniawan, makanya kami dari Dewan Pers tidak pernah menganjurkan isi khutbah bulat-bulat dijadikan berita,” ujar dia.

 

Dia mengingatkan, bahwa khutbah selalu dipenuhi dengan pesan rohani, hubungan manusia dengan Tuhan. Seandainya ada isi khutbah yang menyangkut persoalan sosial, atau politik, pasti dibungkus dalam konteks keagamaan.

 

Sementara sebuah berita tidak hanya menyangkut satu orang, melainkan juga menyangkut orang banyak. “Kewajiban Anda mengecek, mengonfirmasi dan verifikasi dari pihak lain,” tandas dia.

 

 

sumber : republika.co.id 

BERITA LAINNYA

Komnas HAM Kutuk Penistaan Rezim Jokowi Pada Wartawan

H-5 Lebaran 2018, Lonjakan Pemudik di Bandara Hang Nadim Meningkat

Waspadai Agenda Setting Istilah “Masjid Radikal”

Dana THR dan Gaji ke-13 PNS Ternyata Diambil dari APBD

Penggerudukan Radar Bogor Ancam Kebebasan Pers

Rilis 200 Ulama, Bukti Diskriminasi Rezim Jokowi Pada Umat Islam

Waspadai Proxy War dalam Agenda 200 Daftar Mubalig

Gempa Tektonik Guncang Gunung Salak Bogor

TKA Cina Serbu Indonesia, Kita Kerja Apa ?

Investor Cina Hanya Sisakan Kotoran Untuk Indonesia