Home » Opini » Corporate Bond = Sinyal Positif bagi Investor?
Wednesday, 18 May 2016 - 17:59 WIB

Corporate Bond = Sinyal Positif bagi Investor?

Corporate Bond = Sinyal Positif bagi Investor? Corporate bond cukup bisa diandalkan oleh perusahaan untuk menarik minat para investor baru menanamkan modal di perusahaan. Tulisan ini dikirim Dea Dara Dafika Br Siagian, Mahasiswi jurusan MBA - ITB Bandung.

 

 

KEPRIUPDATE.COM – Corporate bond atau hutang perusahaan merupakan instrumen hutang jangka panjang, mengindikasikan bahwa sebuah perusahaan telah meminjam sejumlah uang dan berjanji untuk mengembalikannya pada masa mendatang, sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan.  

 

Hutang merupakan salah satu komponen dari modal perusahaan. Investor juga merupakan komponen dari modal perusahaan dalam bentuk kepemilikan atas preferred stock dan common stock.

 

Pada umumnya, hutang sering dikonotasikan sebagai hal negatif karena dianggap sebagai solusi penyelesaian masalah yang bersifat sementara. Terlebih lagi, jasa-jasa peminjaman uang menetapkan bunga atas peminjaman tersebut yang tentunya menjadi penambah beban bagi pihak berhutang.

 

Namun, di dalam dunia bisnis, memiliki hutang tidaklah selalu berarti telah melakukan hal buruk dan tidak pula memalukan. Sebaliknya, hutang justru sering dijadikan bisnis oleh pihak-pihak tertentu yang pada umumnya menyebut bisnis mereka sebagai jasa–peminjaman modal.

 

Para pengusaha mengandalkan hutang untuk memperlancar operasi dan proses produksi di dalam perusahaan mereka. Hasil yang diperoleh dari kegiatan produksi tersebut kemudian digunakan untuk melunasi hutang perusahaan.

 

Tentunya, perusahaan harus mampu mendapatkan pemasukan melebihi seluruh biaya pengeluaran beserta hutang-hutang perusahaan agar dapat menghasilkan profit.

 

Akan tetapi, benarkah jika suatu perusahaan memiliki hutang, hal ini akan menjadi sinyal positif bagi seorang investor? Mengapa demikian? Bukankah hutang tersebut justru akan menjadi beban bagi investor?

 

Faktanya, jika perusahaan menerbitkan hutang (bonds), hal ini menandakan bahwa perusahaan tersebut akan menjalankan proyek dan yakin dengan kemampuan manajemen serta finansial perusahaan bahwa mereka akan mampu membayar hutangnya, sehingga berani menerbitkan bonds.

 

Berdasarkan hal tersebutlah mengapa jika perusahaan menerbitkan bonds, merupakan sinyal positif bagi investor. Secara logika, perusahaan yang menerbitkan bonds apalagi dalam jumlah besar pasti sudah mempertimbangkan berbagai aspek sehingga yakin akan mampu membayar seluruh hutang tersebut karena hal ini menyangkut masa depan perusahaan dan merupakan tindakan yang sangat berisiko.

 

Perusahaan dapat dikatakan memiliki leverage (efek yang diberikan oleh fixed costs terhadap return yang akan diterima oleh shareholders) jika perusahaan tersebut memiliki hutang. Jumlah leverage di dalam capital structure dapat mempengaruhi nilai perusahaan dengan signifikan melalui risiko (risk) dan pengembalian (return).

 

Leverage tersebut akan memperbesar return sekaligus risiko perusahaan, sehingga jumlah return pada setiap periodenya menjadi mudah berubah (volatile). Namun, faktor ini bukan satu-satunya pertimbangan investor untuk berinvestasi di dalam perusahaan.

 

Tentunya, masih banyak faktor lain yang harus dipertimbangkan oleh seorang investor, seperti jumlah penjualan, biaya operasional, laba bersih setiap bulannya dan masih banyak faktor lainnya.

 

Persoalan corporate bond ini memang hanya merupakan salah satu dari sisi pertimbangan investor terhadap suatu perusahaan, namun ia memiliki efek yang cukup signifikan dalam mempengaruhi penilaian investor.

 

Para investor juga harus jeli menyikapi hal ini dan mengetahui informasi aliran penggunaan modal tersebut, sehingga investor juga bisa menilai apakah aliran penggunaan modal dari bond tersebut memang diinvestasikan pada proyek yang akan menghasilkan keuntungan bagi perusahaan.

 

Oleh karena itu, corporate bond cukup bisa diandalkan oleh perusahaan untuk menarik minat para investor baru menanamkan modal di dalam perusahaan.

 

Penulis : Dea Dara Dafika Br Siagian

Mahasiswi MBA ITB Bandung

BERITA LAINNYA

Melihat Sudut Lain Dampak Rokok Sebagai Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Utilitarianisme Kebijakakan Penetepan Tarif Online

Kacamata Etika Bisnis Memandang Kondisi Pasar pada Bulan Ramadan

Pungli Pecah PL Gentayangan di BP Batam

Lapangan Kerja Sempit, Gepeng dan Anjal Menjamur di Batam

Mendidik Itu Jeruji Besi Yang Berubah Jadi Rumah Pribadi

Belajar Membangun Ekonomi Negara dari Jepang

Perlukah Tax Amnesty?

Kemana Aja Sih…Baru Turun Gunung?

Kalah Setrum Listrik Batam