Home » Dunia » Cina di Balik Genosida Etnis Rohingya?
Monday, 4 September 2017 - 06:00 WIB

Cina di Balik Genosida Etnis Rohingya?

Cina di Balik Genosida Etnis Rohingya? Seorang Ibu, korban selamat genosida Rohingya terlihat menangis bersama kedua orang anaknya

 

 

LONDON – Cina disebut-sebut turut andil dalam genosida etnis Rohingya hal ini diungkapkan Pegiat hak asasi manusia yang menyebut bahwa pemusnahan etnis muslim minoritas di Myanmar tersebut adalah upaya pengambilan banyak tanah demi perkembangan ekonomi di sekitar pipa minyak Shwe. Pipa minyak Shwe, yang ironisnya berarti emas di Burma dibuka akhir tahun 2013. Pipa ini memungkinkan minyak dari negara-negara Teluk dan Afrika dipompa ke Cina.

 

Pipa ini juga mengirim gas dari lepas pantai Arakan ke barat daya Cina. Tahun 2012 lalu ada dua tragedi kekerasan terhadap etnis Rohingya di Arakan, termasuk pelabuhan strategis Sittwe, yang merupakan awal dari jaringan pipa di pantai Myanmar.

 

Ada laporan militer Myanmar terlibat dalam pembersihan etnis. Banktrack berulang kali meminta bank internasional seperti Barclays dan Royal Bank of Scotland untuk menghentikan pembiayaan pipa atau perusahaan yang terlibat di dalamnya, sampai perlindungan hak masyarakat di sepanjang rute dapat dijamin, namun hal ini tidak terjadi.

 

Seperti dilansir Oil Change International, beberapa tahun lalu aktivis HAM berbasis di Inggris Jamila Hanan sekaligus pendiri Save The Rohingya memperingatkan ada kaitan antara pengembangan minyak dan pemusnahan etnis Rohingya.

 

Rohingya dibersihkan dari Sittwe yang dikembangkan sebagai pelabuhan laut dalam untuk menyambut kapal tanker minyak dari Timur Tengah. Ada sejumlah besar perkembangan ekonomi di sekitar pelabuhan Sittwe dari hasil pembangunan pipa baru.

 

Pelabuhan strategis Sittwe, di mana banyak etnis Rohingya tinggal dan di mana jaringan pipa dimulai, hanyalah salah satu faktor. Faktor lainnya blok minyak yang menguntungkan.

 

“Politisi harus menyingkirkan kepentingan ekonomi mereka sendiri dan bertindak segera untuk mencegah bencana alam,” kata Hanan.

 

Sejak 2013 hingga saat ini sudah berulang kali dilakukan pemusnahan etnis Rohingya. Penjaga perbatasan Bangladesh mengatakan, Myanmar sesungguhnya takut terhadap ARSA.

 

“Mereka tak akan menyerang desa yang dijaga oleh ARSA. Tentara Myanmar hanya akan menyerang desa yang berisi penduduk sipil saja sebab mereka memang targetnya penduduk sipil,” katanya seperti dilansir Guardian, Sabtu, (2/9).

(gu/rol)

BERITA LAINNYA

Terbukti Bantai Muslim Rohingya, Oxford Lucuti Penghargaan Suu Kyi

Negara-negara Arab Siap Gempur Iran

Katalunya Ancam Berpisah dari Spanyol

Israel-Amerika Diduga Kuat Otaki Penyerangan Istana Raja Saudi

Pernyataan Panglima Soal Isu Impor Senjata Ternyata Benar

Halimah Yacob Bakal Jadi Presiden Muslim Kedua di Singapura

Dukung LGBT, Starbucks Dinilai Rusak Moralitas Bangsa Indonesia

Rezim Jokowi Kriminalisasi Ulama, Presiden Turki Murka

Terbukti, Syiah Iran Ingin Basmi Umat Islam

Mengintip Semarak Kartini Buruh di Negeri Singa