Home » Opini » Belajar Membangun Ekonomi Negara dari Jepang
Monday, 23 May 2016 - 16:12 WIB

Belajar Membangun Ekonomi Negara dari Jepang

Belajar Membangun Ekonomi Negara dari Jepang Masyarakat Jepang terlihat sangat bergiat untuk bekerja. Bahkan mereka rela berjalan kaki hanya untuk pergi ke tempat kerja. Foto: net

 

KEPRIUPDATE.COM – Setelah kalah perang dunia kedua, perekonomian Jepang benar-benar luluh lantak. Butuh usaha keras  untuk membangun kembali negara yang telah dua kali di-bom atom itu. Banyak suara pesimis akan masa depan negara tersebut.

 

Namun, dari tahun 1960 hingga tahun 1990 Jepang berhasil berkembang dengan sangat pesat dan perkembangan ekonominya mengalahkan banyak negara barat. Apa yang menjadi kunci keberhasilan Jepang dan apa pelajaran yang bisa kita petik?

 

Ada tiga pilar utama yang menjadi dasar dari keberhasilan ekonomi negara tersebut. Yang pertama adalah peran pemerintah.

 

Pemerintah memainkan peran penting dalam mengejar tujuan ekonomi negara, yaitu mengejar ketertinggalan ekonomi dari negara-negara barat bahkan melebihi ekonomi mereka. Dua pillar lainnya adalah korporasi-korporasi besar dan tenaga kerja yang berpendidikan.

 

Ketiga pilar tersebut kemudian secara bersama dalam strategi pengembangan yang terpusat untuk menghasilkan efisiensi ekonomi yang luar biasa.

 

Dalam perekonomian Jepang dikenal suatu istilah keiretsu. Keiretsu adalah kelompok usaha tidak resmi antara korporasi-korporasi keuangan dan industry Jepang melalui lintas kepemilikan saham.  Perusahaan-perusahaan dalam keiretsu ini saling terikat dengan sedikit kepemilikan saham antara satu dengan yang lain.

 

Dengan cara ini korporasi yang terikat dengan keiretsu menghasilkan hubungan usaha yang erat dan mendapatkan kemampuan finansial yang kuat untuk bersaing dengan para pesaingnya.

 

Tujuan terbentuknya kelompok usaha ini adalah untuk meraih pangsa pasar dan perusahaan-perusahaan ini secara agresif memasuki sektor-sektor yang memiliki pertumbuhan tinggi dan potensi jangka panjang. Pembentukan keiretsu ini menciptakan persaingan yang sangat ketat terutama di sektor-sektor yang membidik pasar internasional.

 

Jepang selama periode emasnya memiliki tenaga kerja berpendidikan yang berlimpah. Tidak hanya berpedidikan tinggi, mereka juga dikenal loyal dan rela bekerja dengan jam kerja yang sangat panjang. Mereka adalah orang-orang yang akan menjalankan korporasi-korporasi di Jepang. Para calon pekerja ini direkrut langsung dari perguruan tinggi yang terkenal di Jepang.

 

Pemerintah Jepang bertindak sebagai wasit yang secara tidak langsung mengendalikan arah perusahaan ke sektor yang menjanjikan dengan memberi keringanan pajak, kredit, dan bimbingan administrasi. Pemerintah juga membuat berbagai peraturan pendukung lainnya untuk melindungi perusahaan seperti kebijakan terhadap nilai tukar uang sehingga mengangkat ekspor dan menurunkan impor.

 

Praktik ekonomi seperti yang dilakukan Jepang ini juga mungkin dilakukan di Indonesia. Pemerintah harus menjadi pemimpin dalam melaksanakan praktik ini. Mengikuti ketiga pilar utama kesuksesan ekonomi Jepang, pertama pemerintah harus menyiapkan banyak tenaga kerja terdidik untuk menjalankan usaha-usaha di Indonesia.

 

Yang kedua adalah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang melindungi perusahaan-perusahaan dalam negeri agar bisa bersaing dengan perusahaan dari luar negeri.

 

Pemerintah juga harus memiliki arahan dan strategi yang jelas mengenai industri apa saja yang harus dikembangkan dan kemudian mengarahkan industri-industri tersebut dengan kebijakan-kebijakan seperti kemudahan pinjaman, potongan pajak, dan yang lainnya.

 

Yang terakhir adalah kebijakan makro-ekonomi seperti stabilisasi nilai tukar uang sehingga bisa meningkatkan ekspor dan menurunkan impor.

 

Penulis: Ridwansyah
Mahasiswa Magister Administrasi Bisnis Institut Teknologi Bandung

BERITA LAINNYA

Melihat Sudut Lain Dampak Rokok Sebagai Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Utilitarianisme Kebijakakan Penetepan Tarif Online

Kacamata Etika Bisnis Memandang Kondisi Pasar pada Bulan Ramadan

Pungli Pecah PL Gentayangan di BP Batam

Lapangan Kerja Sempit, Gepeng dan Anjal Menjamur di Batam

Mendidik Itu Jeruji Besi Yang Berubah Jadi Rumah Pribadi

Perlukah Tax Amnesty?

Corporate Bond = Sinyal Positif bagi Investor?

Kemana Aja Sih…Baru Turun Gunung?

Kalah Setrum Listrik Batam