Home » Cahaya Ilahi » Astaghfirullah, Rezim Jokowi Sebut Setiap Warga Indonesia Boleh Tak Bertuhan
Friday, 15 September 2017 - 09:49 WIB

Astaghfirullah, Rezim Jokowi Sebut Setiap Warga Indonesia Boleh Tak Bertuhan

Astaghfirullah, Rezim Jokowi Sebut Setiap Warga Indonesia Boleh Tak Bertuhan Waspada kebangkitan PKI atau tak bertuhan

 

JAKARTA – Anggota Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKPPIP) Anas Saidi berpendapat, setiap warga negara Indonesia boleh ateis (tak bertuhan) asal tidak mengganggu orang lain dan lingkungannya.

 

“Pernyataan anggota UKPPIP itu wujud pola pikir atau pemahaman sesat dan berbahaya bagi bangsa Indonesia, bahkan umat manusia,” kata Anton Digdoyo, Ketua Penanggulangan Penodaan Agama seperti dikutip Republika.co.id, Kamis (14/9/2017).

 

Menurut purnawirawan polisi itu, pendapat Anas Saidi merupakan faham liberalisme yang sangat bertentangan dengan pancasila. Liberalisme, kata Anton, merupakan kebebasan individu mutlak yang tidak boleh dibatasi oleh apapun seperti yang dianut negara-negara liberal yang kini limbung merana dalam kehampaan jiwa.

 

“Mereka legalkan nikah dengan robot bahkan nikah dengan sejenis yang sangat terlarang di semua agama,” katanya.

 

Wakil Ketua Bidang Hukum MUI ini menuturkan, karena kebebasan individu yang mutlak dianut tiap warga negara maka setiap orang boleh memiliki senjata api, sehingga membuat mereka bingung dengan berbagai kasus pembunuhan massal yang terus meningkat. Padahala, Indonesia dengan pancasila dan UUD 45 mampu meminimase hal-hal negatif dan berbahaya dampak dari faham liberal tersebut. 

 

“Bangsa Indonesia wajib beragama dan menjadikan agama sebagai panduan kehidupan individu keluarga sosial masyarakat bangsa dan bernegara.” tegas Anton.

 

Anton menuturkan, the founding fathers bangsa Indonesia sudah tegas meletakkan dasar Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai dasar negara (UUD 45 red Pasal 29/1). Pancasila sebagai ideologi negara UUD 45 sebagai konstitusi negara sudah sangat tegas memandu sgala aspek kehidupan bangsa Indonesia dan warga negara Indonesia wajib beragama dengan agama-agama yang telah ditentukan the founding fathers.

 

Atas dasar itu, kata Anton, PKI dilarang ada di Indonesia (KUHP pasal 107 a sampai f). Katanya, apa yang disampaikan oknum anggotq UKPPIP itu bisa dikatakan gagal memahami ayat “Tidak ada paksaan dalam agama, itu hak Allah tapi Allah telah siapkan hukumannya kelak jadi penghuni neraka.”

 
Dewan Pakar ICMI Pusat  tersebut juga menilai, pendapat rezim Jokowi itu sesat dan berbahaya. Masyarakat diminta waspada karena pendapat itu bisa menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (tya)

BERITA LAINNYA

Bentengi Generasi Muda Batam dengan Quran

Berdoa Jangan Selalu Minta Hal Duniawi

Ini Amalan Yang Dianjurkan Rasulullah Saat Tahun Baru Islam

Kiat Mendidik Anak Menjadi Orang Sukses

Lebaran Haji Jatuh Pada 1 September 2017

Ini Jadwal dan Tempat Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad di Kota Batam

Rudi Lepas 646 JCH Asal Batam

ICMI: Menangkan Film AAKYL, Rezim Jokowi Fitnah Umat Islam

Gema Takbir Menggema di Seantero Kota Batam

Halau Krisis di Batam, Begini Solusi Ustadz Yusuf Mansur