Home » Nasional » Amien : Jokowi Terapkan Ekonomi dan Intelijen Dajjal
Kamis, 5 Juli 2018 - 00:06 WIB

Amien : Jokowi Terapkan Ekonomi dan Intelijen Dajjal

Amien : Jokowi Terapkan Ekonomi dan Intelijen Dajjal

 

 

JAKARTA – Tokoh Reformasi Amien Rais kembali mengkritik rezim Presiden Joko Widodo. Amien menyebut perekonomian era Jokowi dan demokrasi dilakukan secara diskriminasi.

 

“Jadi menurut saya Jokowinomics itu memang belum berhasil. Kalau dikatakan gagal, masih ada 8 bulan lagi sampai Pilpres. Siapa tahu ada keajaiban sampai sukses,” ujar Amien¬†saat berpidato dalam halalbihalal di Kantor Pengurus Pusat Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (4/7/2018).

 

Mantan Ketua MPR ini juga menilai pemerintahan Jokowi menerapkan demokrasi dengan cara diskriminasi. Menurut dia, dalam demokrasi kini terdapat tebang pilih, terutama dalam penegakkan hukum.

 

“Menerapkan demokrasi tapi isinya diskriminasi. Itu saya katakan discriminative democracy. Lihat coba apa yang tidak tebang pihak? Hukum yang kecil dikejar-kejar, yang gede mana mungkin,” kata Amien.

 

Bahkan Amien juga mengkritik KPK yang dinilai menegakkan hukum dengan pilah-pilah besaran nilai uang korupsi.

 

“Dengan firm saya katakan KPK saja puluhan triliun lewat. Yang ratusan juta, miliaran dikejar-kejar,” kata Amien.

 

Terakhir Amien menyebut, ada dajal ekonomi sampai dajal intelijen di pemerintahan. Sosok itulah yang dia sebut membuat pemerintah terlihat gagah.

 

“Yang saya hadapi bukan pak ini bukan pak itu. Di belakangnya ada dajal ekonomi, dajal intelijen, yang membuat mereka gagah,” ucap Amien.¬†

 

sumber: cnnindonesia

BERITA LAINNYA

Klaim Caplok Saham Freeport, Rezim Jokowi Diduga Bohongi Rakyat

Dukung Penista Agama, GNPF Ulama Coret TGB dari Daftar

Lava Pijar Gunung Agung Capai 2 Kilometer

SBY : Polri, BIN, TNI Netral Lah

Rezim Jokowi Anggap Nyawa Rakyat Hanya Untuk Bahan Pelajaran

Komnas HAM Kutuk Penistaan Rezim Jokowi Pada Wartawan

H-5 Lebaran 2018, Lonjakan Pemudik di Bandara Hang Nadim Meningkat

Waspadai Agenda Setting Istilah “Masjid Radikal”

Dana THR dan Gaji ke-13 PNS Ternyata Diambil dari APBD

Penggerudukan Radar Bogor Ancam Kebebasan Pers